Skip to content

KAFEIN Gelar Workshop Sinema Digital, Dorong Literasi dan Kritik Film di Kulon Progo

Penulis
2 min read
Copied!
KAFEIN Gelar Workshop Sinema Digital, Dorong Literasi dan Kritik Film di Kulon Progo
Peserta dan narasumber berfoto bersama dalam Workshop Sinema Digital: Estetika, Hukum, Industri yang digelar KAFEIN di Dapur Semar, Kulon Progo, Minggu (20/9). Kegiatan diikuti peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan perguruan tinggi. Foto: Dok. KAFEIN

Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN) menggelar Workshop Sinema Digital: Estetika, Hukum, Industri di Dapur Semar, Kulon Progo, pada 20 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku industri film melalui pemutaran film, diskusi, serta workshop produksi video kritik film.

Kegiatan tersebut didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Dyna Herlina Suwarto, Debby Dwi Elsha, dan Budi Dwi Arifianto. Sementara rangkaian diskusi dimoderatori Rahmi Dewi Utami.

Workshop diawali dengan pemutaran dua film pendek karya mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo), yakni Kita Gali Sampai Mati dan Tut Wuri Handayani. Kedua film tersebut dibimbing Citra Dewi Utami.

Pemutaran film kemudian dilanjutkan diskusi bersama filmmaker M. Rifqi Ardian dan Meutia Rafa Anandita. Diskusi membahas proses kreatif serta pengalaman dalam produksi film.

Peserta selanjutnya mendapat materi mengenai estetika, hukum, dan industri perfilman Indonesia. Materi tersebut membahas berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam produksi dan distribusi karya audiovisual, termasuk dimensi artistik, hukum, dan industri dalam sebuah karya film.

Workshop kemudian berlanjut ke sesi kritik film. Peserta diajak mengamati, menganalisis, dan menyampaikan pandangan secara kritis terhadap film yang telah ditonton.

Suasana Workshop Sinema Digital Estetika, Hukum, Industri yang digelar KAFEIN di Dapur Semar, Kulon Progo
Suasana Workshop Sinema Digital: Estetika, Hukum, Industri yang digelar KAFEIN di Dapur Semar, Kulon Progo, Minggu (20/9). Foto: Dok. KAFEIN

Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya diajak memberikan penilaian, tetapi juga menganalisis unsur sinematik, gagasan, konteks, dan representasi dalam film secara argumentatif. Peserta kemudian membuat video kritik film berdasarkan film yang telah ditonton bersama.

Kegiatan diikuti peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan perguruan tinggi. Di antaranya Cine Klub Kulon Progo, Komunitas Film Pendek Kita, Perempuan Punya Karya, SMA Negeri 1 dan 2 Wates, SMA Negeri 1 Temon, Kampung Wisata Yogyakarta, IKIP PGRI Wates, ISI Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Ketua Asosiasi KAFEIN, Dyna Herlina Suwarto, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap film, khususnya di Kulon Progo dan sekitarnya.

Menurutnya, peningkatan literasi sinema digital dan kemampuan kritik film dapat memperkuat kompetensi aktivis film dari berbagai kalangan serta mendorong kontribusi terhadap perkembangan sinema Indonesia.

“Kami sangat senang dan antusias dengan adanya acara workshop sinema digital ini, karena dapat memperluas wawasan kami terhadap informasi terkini tentang industri film Indonesia,” ungkap Rahmi Dewi Utami, yang juga berperan sebagai Ketua Cine Club Kulon Progo.

Melalui kegiatan tersebut, KAFEIN berharap ekosistem film di tingkat lokal dapat berkembang dalam aspek apresiasi, produksi, maupun kritik. Program serupa juga direncanakan terus dilaksanakan untuk meningkatkan minat produksi video kritik film sekaligus menjadi ruang evaluasi dan kritik konstruktif bagi perkembangan perfilman Indonesia.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Resti Damayanti
Editor: Widi RH Pradana