Skip to content

Anak Makin Sering Transaksi Digital? wondrZ Bantu Orang Tua Tetap Pantau

Penulis
3 min read
Copied!
Anak Makin Sering Transaksi Digital? wondrZ Bantu Orang Tua Tetap Pantau
Suasana kegiatan edukasi literasi keuangan dan pengenalan fitur transaksi digital wondrZ oleh BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Selasa (6/10). Foto: Pandangan Jogja

Anak-anak semakin akrab dengan transaksi digital. Ketika mulai diberi uang saku dan belajar melakukan transaksi sendiri, orang tua menghadapi tantangan baru: bagaimana memberi anak kesempatan belajar mengelola uang tanpa kehilangan pengawasan?

BNI mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui wondrZ, tabungan untuk anak dan remaja usia 0 hingga 17 tahun yang terintegrasi dengan aplikasi wondr by BNI.

Anak yang telah berusia 12 tahun dapat memperoleh akses transaksi digital melalui wondr by BNI, termasuk menggunakan QRIS. Sementara orang tua tetap dapat memantau aktivitas finansial anak melalui notifikasi transaksi secara real-time yang dikirimkan ke ponsel.

RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Ari Masdianto Purnomo, mengatakan wondrZ dirancang agar anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga mulai memahami bagaimana mengelola uang dan melakukan transaksi secara bertahap.

“Melalui wondrZ, kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia,” ujar Ari dalam kegiatan Media Gathering di deMakijos, Sleman, Selasa (6/10/2026).

Belajar Mandiri, Orang Tua Tetap Mendampingi

ari-masdianto-rceo-bni-jogja-wondrz
RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Ari Masdianto Purnomo, memaparkan fitur tabungan wondrZ dalam kegiatan Media Gathering di deMakijos, Sleman, Selasa (6/10). Foto: Pandangan Jogja

Melalui wondrZ, rekening dapat dimiliki anak sejak usia dini. Ketika memasuki usia 12 tahun, anak mulai bisa memperoleh akses transaksi melalui aplikasi wondr by BNI.

Anak dapat belajar melakukan transaksi sendiri, termasuk menggunakan QRIS. Untuk transaksi menggunakan kartu debit, limit ditetapkan sebesar Rp500.000 per hari. Sementara transaksi melalui wondr by BNI memiliki limit hingga Rp2 juta per hari sesuai ketentuan produk.

Di sisi lain, aktivitas transaksi anak tetap dapat diketahui orang tua melalui notifikasi secara real-time. Dengan mekanisme tersebut, anak mendapatkan ruang untuk belajar mandiri tanpa sepenuhnya terlepas dari pendampingan orang tua.

“Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang. Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut,” kata Ari.

Menurut Ari, pengalaman mengelola uang sendiri menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan finansial anak. Anak tidak hanya diperkenalkan pada aktivitas menabung, tetapi juga belajar menggunakan uang dalam transaksi sehari-hari.

“Anak yang sejak dini sudah terbiasa menabung, bertransaksi secara bijak, dan memahami nilai uang akan memiliki fondasi literasi keuangan yang lebih baik. Dari sisi perbankan, ini juga merupakan bagian dari membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda,” ujarnya.

Tanpa Biaya Pengelolaan Rekening

ekosistem-edukasi-wondrz-bni
BNI mendorong kolaborasi ekosistem keluarga dan sekolah untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini melalui aplikasi wondr by BNI. Foto: Pandangan Jogja

wondrZ tidak dikenakan biaya pengelolaan rekening. Untuk membuka rekening, orang tua perlu menyiapkan dokumen identitas anak berupa Kartu Keluarga (KK) dan/atau Kartu Identitas Anak (KIA).

Orang tua juga perlu melengkapi KTP elektronik sesuai ketentuan pembukaan rekening. Data anak harus diisi dengan benar karena rekening wondrZ tercatat atas nama anak.

Ketika anak mencapai usia 17 tahun, rekening wondrZ akan dikonversi secara otomatis menjadi BNI Taplus Muda dengan nomor rekening yang sama.

wondrZ diperkenalkan sebagai bagian dari rangkaian BNI wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD pada 21–23 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 BNI.

BNI Wilayah 17 Yogyakarta melihat sekolah, komunitas keluarga, hingga pusat aktivitas anak dan remaja sebagai ekosistem yang dapat dikembangkan untuk memperluas edukasi keuangan melalui wondrZ.

“Ke depan, kami ingin wondrZ tidak hanya hadir sebagai produk tabungan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem edukasi dan literasi keuangan bagi keluarga. Sekolah, orang tua, komunitas, dan BNI dapat bersama-sama membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujar Ari.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Melalui wondrZ, BNI mendorong anak mengenal pengelolaan keuangan dan transaksi digital secara bertahap dengan tetap melibatkan orang tua dalam prosesnya.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Gracetika
Editor: Pandangan Jogja