Cerita Pasutri Muda di Jogja, Usaha Baru Dirintis tapi Pilih Bagi-bagi Gratis saat Timnas Juara

Pandangan Jogja–Shahib Ansari Muhajir (28) biasa bersorak untuk Persib Bandung, sementara Imam Syaiful (30) menaruh hati pada PSS Sleman. Namun, kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 membuat dua penggemar sepak bola itu punya selebrasi yang sama: mengajak istri mereka berbagi dari usaha yang belum lama dirintis.
Shahib bersama istrinya, Ghina Rifqia (28), membagikan 100 butir kelapa muda di Sewon, Bantul. Sementara Imam bersama Desviani Lestari Anggreini br Surbakti (30) menyiapkan 35 cup jus gratis untuk driver ojek online di Klebengan, kawasan UGM.
Keduanya sama-sama belum lama menjadi pelaku usaha. Shahib dan Ghina baru sekitar tiga minggu merintis usaha kelapa muda. Imam dan Desviani memulai usaha jus sejak April 2026.
Ide 100 Kelapa Muncul di Atas Kereta

Bagi Shahib dan Ghina, rencana berbagi bahkan muncul sebelum keduanya tiba di Yogyakarta. Mereka sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Jogja menggunakan kereta sembari menyaksikan final Indonesia melawan Thailand, Senin (5/10) malam.
Pertandingan itu berakhir dengan Indonesia menjadi juara setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit dan menang 4-2 melalui adu penalti.
“Di tengah itu lah kita terbersit dalam pikiran, gimana kalau misalkan malam ini Timnas menang, kita besok syukuran aja gitu kan. Di kedai, di outlet kita, kita bagi-bagi kelapa muda,” kata Shahib saat ditemui Pandangan Jogja, Selasa (6/10).
Obrolan di atas kereta itu mereka tepati sehari kemudian. Mulai pukul 18.00 WIB, Selasa (6/10), 100 kelapa muda dibagikan di Degan Wesseger, Jalan Parangtritis KM 8, kawasan Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul.
Tak ada syarat pembelian. Setiap orang yang datang bisa mendapatkan satu butir kelapa muda utuh hingga persediaan habis.
“Bukan cuma satu gelas gitu, tapi satu kelapa utuh gratis tis tis,” kata Ghina.
Keputusan tersebut mereka ambil ketika usaha yang dijalankan bahkan belum genap sebulan.
“Walaupun sederhana, walaupun kita belum bisa ngasih bonus ke pemain timnas gitu kan, tapi paling tidak kita juga ingin merasakan dan membangun nuansa kemenangannya,” canda Shahib.
Pelanggan Mengira Cuma Iklan

Roha, salah seorang pelanggan, menjadi orang yang ikut mendapat kelapa muda gratis. Ia mengaku awalnya tak menyangka pembagian itu benar-benar dilakukan.
“Enggak nyangka ada ini, saya kira cuma iklan aja sih. Cuma iklan-iklan biasa gitu, ternyata disamperin sama mbaknya kalau ada ya semacam merayakan ya kemenangan Indonesia gitu. Indonesia mantap,” kata Roha.
35 Tahun Menunggu, 35 Jus Dibagikan

Di Klebengan, Imam dan Desviani punya cara lain untuk meneruskan euforia kemenangan Timnas. Mereka menyiapkan 35 cup jus gratis khusus untuk driver ojol yang datang mengambil pesanan.
Angka 35 merujuk pada penantian 35 tahun Timnas Indonesia senior putra untuk kembali meraih gelar. Sebelumnya, tim senior putra Indonesia terakhir menjadi juara ketika merebut medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Lawan yang dihadapi ketika itu juga Thailand. Indonesia bermain imbang 0-0 sebelum menang 4-3 melalui adu penalti. Tiga puluh lima tahun kemudian, Indonesia kembali mengalahkan Thailand melalui adu penalti untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Imam sendiri merupakan penggemar sepak bola dan pendukung PSS Sleman. Bersama Desviani, ia merintis Pureve Juice sejak April. Usaha tersebut kini memiliki tiga cabang di kawasan Kaliurang dekat UII, Condongcatur, dan Klebengan. Pembagian 35 jus dilakukan di outlet Klebengan.
Driver yang Mengantar Kini Ikut Mencicipi
Pemilihan driver ojol bukan tanpa alasan. Mereka merupakan orang-orang yang rutin datang ke outlet, menunggu pesanan selesai dibuat, kemudian mengantarkannya kepada pelanggan.
Imam dan Desviani kemudian menyadari, orang-orang yang berkali-kali membawa jus dari outlet mereka belum tentu pernah mencicipi sendiri produk yang selama ini diantarkan.
“Jangan sampai mereka bolak-balik ke outlet kita tapi ternyata justru belum pernah merasakan produk kita sendiri kayak gitu,” kata Desviani.
Tak ada persyaratan tambahan. Driver ojol yang datang mengambil pesanan di outlet Klebengan mendapat satu jus selama 35 cup yang disediakan masih tersedia.
“Kadang kan mereka nunggu ya. Mereka tuh bersedia menunggu aja kita tuh udah bersyukur banget,” ujarnya.
Pada level klub, pilihan Shahib dan Imam berbeda: Persib Bandung dan PSS Sleman. Namun, kemenangan Timnas mempertemukan kegembiraan keduanya dalam cara yang hampir sama.
Bersama istri masing-masing, mereka memilih merayakannya dari apa yang sedang susah payah dirintis. Seratus kelapa muda berpindah tangan di Sewon, sementara di Klebengan, penantian 35 tahun menjelma menjadi 35 cup jus untuk para driver ojol.