Skip to content

3.000 Pekerja Lokal Terlibat dalam Gelaran MotoGP Mandalika

Penulis
2 min read
Copied!
3.000 Pekerja Lokal Terlibat dalam Gelaran MotoGP Mandalika
Para marshal mengikuti kegiatan di Marshal Camp dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Foto: InJourney

Dampak penyelenggaraan MotoGP tidak hanya dirasakan melalui aktivitas ekonomi selama balapan berlangsung. Sejumlah warga Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mendapat kesempatan bekerja sebagai marshal dan volunteer, dengan tugas mulai dari pengamanan lintasan hingga pelayanan tamu.

Sebanyak 3.000 pekerja lokal terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Mereka mengisi berbagai posisi, mulai dari marshal yang bertugas di lintasan, petugas keamanan, hingga volunteer di bagian pelayanan tamu. Keterlibatan ini membuka kesempatan kerja bagi warga NTB, termasuk anak muda yang baru lulus kuliah maupun warga yang memiliki pekerjaan lain di luar musim balap.

Salah satunya Samsuri Ramdan, warga Lombok Tengah yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia mulai menjadi marshal pada 2021, ketika Sirkuit Mandalika masih dalam tahap pembangunan. Saat itu, lebih dari seribu orang direkrut secara sukarela untuk terlibat dalam kegiatan di sirkuit.

Samsuri Ramdan mengenakan seragam marshal MotoGP Mandalika.
Samsuri Ramdan, warga Lombok Tengah yang bekerja sebagai marshal dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Foto: Pandangan Jogja

“Waktu itu kami tidak tahu marshal itu apa. Semua orang butuh pekerjaan, jadi kami melamar,” ujar Samsuri saat ditemui tim Pandangan Jogja.

Kini, Samsuri bekerja di bagian pengendalian risiko. Ia mendapat pelatihan dari InJourney dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), termasuk di Malaysia. Dalam setahun, ia bisa bekerja sekitar 170 hari sebagai petugas sirkuit. Di luar waktu tersebut, ia kembali menjalani pekerjaannya sebagai petani.

“Bagi saya dan keluarga, adanya sirkuit ini mengubah hidup menjadi lebih baik,” katanya.

Ahmad Zaki Smith, warga Kopang, Lombok Tengah, yang menjadi volunteer pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Ahmad Zaki Smith, warga Kopang, Lombok Tengah, yang menjadi volunteer pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Foto: Pandangan Jogja

Kesempatan terlibat dalam MotoGP juga dirasakan anak muda yang baru memasuki dunia kerja. Ahmad Zaki Smith, warga Kopang, Lombok Tengah, menjadi volunteer di bagian keamanan selama tiga hari pada gelaran MotoGP 2026. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman kerja pertamanya setelah lulus kuliah pada tahun yang sama.

Sebagai volunteer, Zaki mendapat bayaran harian dan sertifikat pengalaman. Ia menilai keterlibatan warga lokal dalam penyelenggaraan MotoGP juga membuka peluang bagi pelaku usaha setempat.

“Event ini bisa memajukan UMKM lokal, dan kami anak-anak muda bisa terlibat menyukseskannya,” ujarnya.

Arif Budiman berbicara sebagai volunteer MotoGP Mandalika.
Arif Budiman, warga Praya, Lombok Tengah, yang menjadi volunteer dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Foto: Pandangan Jogja

Hal serupa dirasakan Arif Budiman, warga Praya, Lombok Tengah, yang telah empat kali menjadi volunteer MotoGP. Tahun ini, ia bertugas di bagian pelayanan tamu VIP. Menurutnya, fasilitas, pengelolaan volunteer, dan honorarium terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

“Untuk penghasilan tambahan itu, alhamdulillah, khusus saya yang sudah menikah, Mas, terbantu. Sangat terbantu dengan adanya event di sini,” katanya.

Keterlibatan warga lokal dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa ajang balap ini juga membuka kesempatan kerja di luar lintasan. Bagi sebagian warga, kesempatan tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan, pengalaman kerja, hingga peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Gracetika
Editor: Pandangan Jogja