Skip to content

Seminar Holistik “Sayangi Diri Sebelum Berbagi”: Cara Gereja Menyiapkan Pelayanan Jelang PDS 2027

Penulis
3 min read
Copied!
Seminar Holistik “Sayangi Diri Sebelum Berbagi”: Cara Gereja Menyiapkan Pelayanan Jelang PDS 2027
Rapat panitia membahas persiapan Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” di Gedung GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gracetika.

BKSADK DIY bersama Kevikepan Yogyakarta Timur akan menggelar Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” di Gedung GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Jumat (16/10).

Seminar ini mengangkat tema “Harmonisasi Kesehatan Tubuh, Jiwa, dan Roh dalam Pelayanan Diakonia”. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga kesehatan diri di tengah tanggung jawab pelayanan gereja. Para pelayan dan warga gereja kerap berfokus pada kebutuhan orang lain, tetapi kurang memperhatikan kondisi fisik, mental, dan spiritual mereka sendiri.

Wakil Ketua Pelaksana Seminar Pra PDS 2027, Joko Pamungkas, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk mengenali kebutuhan diri dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah tanggung jawab pelayanan.

Rapat panitia membahas persiapan Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” di Gedung GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gracetika.

“Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk mengenali kebutuhan diri dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah tanggung jawab pelayanan,” ujar Joko kepada tim Pandangan Jogja, Kamis (15/10).

Tema “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” menegaskan bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan bagian dari tanggung jawab iman. Kesehatan tubuh, jiwa, dan roh dipandang sebagai satu kesatuan yang mendukung keberlangsungan pelayanan diakonia. Dengan menjaga keseimbangan ketiganya, para pelayan diharapkan dapat melayani sesama secara lebih sehat, tulus, dan berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber. Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S., M.Kes., membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik. Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabatti, M.A., mengulas kesehatan mental dan pengelolaan stres. Sementara itu, Pdt. Dr. Seno Adhi Noegroho, M.Si.Teol., menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan spiritual dalam pelayanan.

Rapat panitia membahas persiapan Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” di Gedung GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gracetika.

Panitia menargetkan sekitar 500 peserta yang terdiri atas pendeta, pelayan gereja, majelis jemaat, aktivis diakonia, kelompok kategorial, tim pelayanan sosial dan kesehatan, relawan, serta warga gereja yang memiliki perhatian terhadap pelayanan diakonia.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu mengenali tanda-tanda kelelahan fisik, emosional, dan spiritual, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah tanggung jawab pelayanan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat membangun pola hidup yang lebih sehat, berani mencari pertolongan saat dibutuhkan, serta menetapkan batas pelayanan tanpa mengabaikan kesehatan diri,” ujar Joko.

Rapat panitia membahas persiapan Seminar Pra Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” di Gedung GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (1/10). Foto: Pandangan Jogja/Gracetika.

Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi gereja untuk mengembangkan kegiatan berkelanjutan, seperti gerakan 21 Hari Sayangi Diri, pemeriksaan kesehatan berkala, pendampingan bagi para pelayan, serta edukasi kesehatan mental dan spiritual.

Menjelang Pekan Doa Sedunia 2027, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa kepedulian terhadap sesama perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap diri sendiri. Dengan demikian, pelayanan diakonia tidak hanya berfokus pada mereka yang menerima pelayanan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan orang-orang yang melayani.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Gracetika
Editor: Pandangan Jogja