
PSIM Jogja Belum Bisa Bermarkas di Mandala Krida, Presiden PSIM, Liana Tasno: Greget, Kenapa Sih Mesti Dikorupsi?
Presiden PSIM Jogja, Liana Tasno, mengaku sangat kecewa dengan kasus korupsi yang terjadi dalam proses renovasi Stadion Mandala Krida. Pasalnya, kasus itu membuat PSIM tak bisa bermarkas di Mandala Krida hingga saat ini.
Padahal, Laskar Mataram harus menunggu selama hampir dua dekade untuk kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Saat ditemui di UGM, Senin (18/5), Liana menegaskan bahwa praktik korupsi adalah kanker mematikan yang tidak hanya menghancurkan organisasi, melainkan merusak ekosistem olahraga daerah secara masif.
Imbasnya, rencana pembenahan fasilitas vital stadion seperti pemasangan lampu kini terhambat lantaran bangunan masih berstatus barang bukti.
“Gregetnya itu greget lebih kepada ini ya, kenapa sih mesti dikorupsiin? Karena yang namanya korupsi itu sangat merusak olahraga gitu kan ya,” ujar Presiden PSIM Jogja, Liana Tasno, Senin (18/5).
Meski demikian, manajemen Laskar Mataram mengapresiasi langkah taktis Pemerintah Kota Yogyakarta yang terus berupaya meluruskan hambatan administrasi dan melobi otoritas hukum demi mengembalikan Mandala Krida sebagai rumah sepak bola untuk klub-klub DIY.
“Lampu ini kalau mau dipasang, Mandalanya lagi menjadi barang bukti. Tapi Pemerintah Kota itu betul-betul berupaya untuk kebaikan PSIM,” ujar Liana.
*Derby Istimewa adalah perayaan atas momen bersejarah yang lama dinantikan: bertemunya PSIM Jogja dan PSS Sleman di panggung tertinggi sepak bola Indonesia untuk pertama kalinya pada musim depan.
Aset:
Video: Pandangan Jogja/Iqbaltwq
Artikel: Pandangan Jogja
#derbyistimewa #mandalakrida #psimjogja #lianatasno #pandanganjogja