
Fajar Listiyantoro, Si Nomor 27 Legenda PSS-PSIM Kini Berjuang Melawan Penyakit Ginjal
Di tahun 2000-an, Fajar Listiyantoro silih berganti menjadi penggawa di dua klub rival DIY: PSS Sleman dan PSIM Jogja. Hari ini, kekuatan fisik legenda bernomor punggung 27 itu kian melemah akibat penyakit ginjal yang dideritanya sejak Maret lalu.
Pandangan Jogja menemui Fajar Listiyantoro di rumah kakaknya di daerah Kalasan, Sleman, pada Jumat (10/7). Di atas pembaringan, tubuhnya tampak kurus dan matanya sayu.
Pada Senin (13/7), kawan Fajar, Adi Kempes, menyampaikan kondisi sang legenda yang memburuk dan harus menjalani perawatan di ICU RS Bhayangkara Jogja di Kalasan.
Kondisi Fajar sempat membaik dan diizinkan pulang pada Rabu (15/7) sore, namun kembali dilarikan ke rumah sakit petang hari sekitar pukul 19.30 WIB.
Fajar sudah bergabung dengan PSS Sleman sejak duduk di bangku SMK. Sepanjang karier profesionalnya, ia sempat berpindah-pindah ke sejumlah klub, hingga akhirnya gantung sepatu pada 2014.
Usai pensiun dari lapangan hijau, Fajar berbisnis travel dan menjadi pelatih di sekolah sepak bola (SSB) NBC Potorono di Bantul yang didirikannya.
Namun, penyakit ginjal mengharuskannya rutin menjalani cuci darah, sehingga ia harus vakum dari semua kegiatan yang dicintainya.
Kini, ia tengah berjuang untuk sembuh, diiringi semangat dari orang-orang terdekat serta para penggemar. Setidaknya, ada satu hal yang memotivasinya untuk kembali pulih: ingin menonton laga PSS Sleman kontra PSIM Jogja di Liga 1 musim ini.
“Pokoknya semangat buat kesembuhan buat bisa nonton lah. Pengen nonton PSS sama PSIM untuk ngelihat sportivitas mereka bertanding,” harapnya. Ia juga berpesan kepada suporter kedua tim agar tetap menjaga persaudaraan.
“Yang penting sportivitas di lapangan. Mungkin di lapangan kita jadi lawan, di luar kita tetap saudara, teman,” pesannya.
Aset:
Video: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD
Artikel: Pandangan Jogja
#fajarlistiyantoro #psssleman #psimjogja #sepakbola #pandanganjogja