FMIPA UGM Bantu Petani Gunungkidul Kendalikan Hama dan Penyakit Tanaman

Serangan hama dan penyakit tanaman menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Gunungkidul. Gangguan tersebut mengancam hasil pertanian dan perkebunan, mulai dari padi, jagung, kacang tanah, cabai, bawang merah, hingga tanaman buah seperti alpukat dan mangga.
Persoalan ini turut dihadapi petani di Kalurahan Wunung, Duwet, dan Mulo. Selain hama penggerek daun dan batang serta penyakit patah leher pada padi, masyarakat juga menghadapi gangguan hewan yang disebut sebagai iguana mini dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di lahan pertanian.
Untuk membantu petani mengatasi persoalan tersebut, Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar bimbingan teknis pengendalian hama dan penyakit tanaman di Balai Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM yang diketuai oleh Dr. Deni Pranowo. Program tersebut melibatkan petani dan pekebun dari tiga kalurahan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali serta mengendalikan gangguan tanaman.
Dalam pelaksanaannya, FMIPA UGM menghadirkan ahli hama dari Fakultas Pertanian UGM, Dr. Suputa, serta peneliti penyakit tanaman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Sri Wahyuni Budiarti.
Keduanya memberikan pembekalan mengenai jenis hama dan penyakit tanaman, tanda-tanda serangan, hingga cara pencegahan dan pengendaliannya. Petani juga dibekali pengetahuan untuk mendeteksi gangguan sejak dini dan menentukan langkah penanganan sesuai jenis tanaman serta kondisi lahan, dengan memperhatikan prinsip pengendalian hama secara terpadu dan berkelanjutan.

Selain hama tanaman, gangguan monyet terhadap lahan pertanian turut menjadi pembahasan. Perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY wilayah Gunungkidul, Edi Warsito, menjelaskan upaya pengendalian populasi monyet agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam pemaparannya, Edi menyampaikan bahwa penanganan gangguan monyet masih menghadapi sejumlah kendala sehingga belum dapat dilakukan secara efektif. Karena itu, diperlukan koordinasi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan instansi terkait dengan tetap memperhatikan keselamatan warga, perlindungan tanaman, serta ketentuan konservasi satwa liar.
Kepala Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat Wunung, Duwet, dan Mulo menghadapi persoalan pertanian sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Lurah Wunung, Sudarto, berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung oleh petani dalam mengatasi gangguan hama dan penyakit tanaman.
Kegiatan ini juga disertai penyerahan bantuan alat penyemprot elektrik (sprayer) yang diterima oleh lurah dari ketiga kalurahan. Melalui pembekalan tersebut, petani diharapkan dapat menentukan langkah pengendalian yang tepat untuk mengurangi risiko kehilangan hasil panen dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.