Skip to content

UMY Dorong Filantropi Alumni untuk Bantu Mahasiswa Kesulitan Biaya Kuliah

Penulis
3 min read
Copied!
UMY Dorong Filantropi Alumni untuk Bantu Mahasiswa Kesulitan Biaya Kuliah
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, menyampaikan materi dalam Simposium Nasional yang digelar PP KAUMY di Kampus UMY, Yogyakarta, Sabtu (24/10). Foto : Dok. Istimewa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong pengembangan filantropi alumni untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY, Zuly Qodir, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Simposium Nasional Pengurus Pusat Keluarga Alumni UMY (PP KAUMY) 2026 di Amfiteater E6, Gedung KH Ibrahim UMY, Sabtu (24/10).

Dalam sambutannya, Zuly menyoroti mahasiswa yang kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran biaya pendidikan. Ia mengatakan kerap menerima permohonan mahasiswa yang tidak bisa membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) maupun ingin menunda pembayaran.

“Saya tiap hari menandatangani mahasiswa yang tidak bisa bayar SPP, plus ingin menunda bayar SPP. Itu tugas alumni membantu, itu penting,” katanya.

Zuly berharap kepedulian alumni diwujudkan melalui filantropi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh mahasiswa yang membutuhkan. Ia juga menyinggung rencana peluncuran inisiatif filantropi alumni sebagai wadah untuk menghimpun dukungan tersebut.

Menurut Zuly, kontribusi alumni tidak harus selalu dalam jumlah besar. Ia menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan secara berkelanjutan dapat membantu memperluas manfaat bagi mahasiswa dan kampus.

Alumni Dilibatkan dalam Kuliah Umum

Selain bantuan pendidikan, UMY berencana meningkatkan keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik melalui kuliah umum dan sesi berbagi pengalaman.

Zuly mengatakan universitas ingin menghadirkan alumni secara rutin, setidaknya sekali dalam sebulan, untuk memberikan motivasi dan wawasan praktis kepada mahasiswa.

“Kami sebagai pimpinan universitas ingin mengundang para alumni untuk bisa hadir minimal satu bulan sekali memberikan motivasi, inspirasi kepada para mahasiswa,” ujarnya.

Arif Jamali Muis menyampaikan paparan materi dari balik meja narasumber dalam Simposium Nasional PP KAUMY di Kampus UMY
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, menyampaikan materi dalam Simposium Nasional yang digelar PP KAUMY di Kampus UMY, Yogyakarta, Sabtu (24/10). Foto : Dok. Istimewa

Menurut Zuly, pengalaman alumni dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pilihan karier setelah lulus. Ia mencontohkan lulusan ilmu sosial dan politik yang berpeluang berkarier di berbagai sektor, serta lulusan teknik yang dapat mengembangkan kompetensinya dalam beragam bidang pekerjaan. Ia berharap keterlibatan alumni membantu mahasiswa mengenali tantangan dunia kerja dan mempersiapkan diri secara lebih terarah.

“Alumni-alumni yang sudah sukses menurut saya perlu memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa yang masih belum selesai supaya memiliki pikiran yang jernih, inovatif, dan bisa bertarung di dunia nyata, bukan hanya di dunia mimpi,” tuturnya.

Harapan atas Rakernas dan Jumlah Alumni

Zuly menyebut UMY memiliki sekitar 80 ribu alumni yang tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi. Ia menyampaikan bahwa para alumni perlu dihimpun untuk memperkuat kerja sama antara alumni, mahasiswa, dan universitas.

“Ini satu pertemuan yang penting untuk UMY, untuk merekatkan kembali para alumni yang sudah ada di mana-mana. Jumlahnya ternyata banyak, alumni UMY sampai saat ini kira-kira sudah 80.000 sejak berdiri tahun 1981,” ujar Zuly saat diwawancarai seusai acara.

Zuly berharap Rakernas dan Simposium Nasional PP KAUMY 2026 mempererat hubungan alumni dengan almamater. Ia menyebut keberadaan puluhan ribu alumni sebagai potensi yang perlu dikembangkan lewat program kerja sama berkelanjutan.

“Kami sebagai universitas memang berharap ada sinergi yang serius antara alumni dengan kampus,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi alumni tidak semestinya diukur hanya dari jabatan atau keberhasilan ekonomi. Menurutnya, setiap lulusan memiliki kesempatan memberi inspirasi dan manfaat sesuai pengalaman serta kapasitasnya.

Zuly juga berharap forum tersebut menghasilkan pemikiran konstruktif dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Orang-orang yang dihadirkan juga bisa memberikan kontribusi pemikiran secara jernih, sehingga hal-hal yang disampaikan itu bukan hanya sekadar kritik kebencian, tetapi sesuatu yang bisa memberikan solusi untuk perbaikan bangsa ini,” ujarnya.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Resti Damayanti
Editor: Nuha Khairunnisa