Skip to content

Alumni UMY Usul Bantuan Pendidikan Berdasarkan Desil Kemensos

Penulis
3 min read
Copied!
Alumni UMY Usul Bantuan Pendidikan Berdasarkan Desil Kemensos
Foto Ketua Umum PP KAUMY dalam pembukaan Rakernas dan Simposium Nasional KAUMY. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY), Nasarudin, mengusulkan agar bantuan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu diberikan secara merata di lembaga pendidikan negeri maupun swasta. Ia mengusulkan penerima bantuan ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.

Usulan itu disampaikan Nasarudin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Simposium Nasional KAUMY 2026 di Amfiteater E6, Gedung KH Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (24/10).

Nasarudin menyampaikan bahwa status lembaga pendidikan tidak semestinya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam pemberian bantuan. Menurutnya, anak dari keluarga kurang mampu perlu memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, di mana pun mereka belajar.

“Kita akan sambut baik kebijakan Presiden Prabowo yang sedang dirancang mengenai pendidikan gratis SD sampai sarjana,” kata Nasarudin dalam sambutannya.

Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan komitmen layanan pendidikan gratis di sekolah negeri serta rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Pelaksanaan di jenjang perguruan tinggi disiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan fiskal negara.

Nasarudin berharap perluasan akses itu juga mencakup sekolah dan perguruan tinggi swasta.

Ia mengusulkan penentuan penerima bantuan mengacu pada kelompok tingkat kesejahteraan keluarga atau desil dalam data Kementerian Sosial.

“Pendidikan gratis itu bagi seluruh anak bangsa dari SD sampai perguruan tinggi berdasarkan yang kurang mampu di Kementerian Sosial, bukan per sekolah negeri. Sekolah seluruh anak bangsa yang kurang mampu itu mendapat beasiswa di manapun sekolahnya,” tegasnya.

Nasarudin berharap usulan tersebut dibahas dalam Rakernas KAUMY sebagai masukan organisasi alumni bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional.

Kolaborasi dengan Dunia Industri dan Penguatan Jaringan Alumni

Potret Ketua Umum PP KAUMY Nasarudin menyampaikan sambutan usulan bantuan pendidikan dari balik mimbar berlogo UMY
Foto Ketua Umum PP KAUMY dalam pembukaan Rakernas dan Simposium Nasional KAUMY. Foto: Dok. Istimewa

Selain akses pendidikan, Nasarudin juga menyinggung terkait hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu mendapat pemahaman kewirausahaan sejak masa kuliah agar memiliki pilihan lebih luas setelah lulus, termasuk membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Ia menyebut perkembangan sektor industri berperan dalam memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau tidak berkembang industri, tidak ada lapangan kerja,” katanya.

Nasarudin berharap jaringan alumni UMY memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Kerja sama itu diharapkan membuka peluang pengembangan kompetensi bagi mahasiswa dan alumni. 

Ia juga mendorong pengenalan dunia usaha lewat kegiatan akademik, seperti kuliah umum dan pembelajaran yang melibatkan praktisi industri.

Lewat Rakernas yang digelar di kampus UMY, PP KAUMY berharap kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dapat semakin meluas.

Ketua Harian PP KAUMY sekaligus perwakilan panitia, Sobar M. Johari, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum menghimpun potensi alumni dan memperkuat ikatan dengan almamater.

“Untuk kita bersinergi bersama, pulang kandang, mengumpulkan balung pisah,” ujar Sobar.

Balung pisah adalah ungkapan bahasa Jawa yang berarti mempertemukan kembali anggota keluarga yang tersebar. Dalam konteks KAUMY, ungkapan itu dimaknai sebagai upaya memperkuat hubungan dan kerja sama antaralumni.

“Karena UMY besar dan kecilnya salah satunya tergantung alumni,” kata Sobar, menekankan pentingnya keterlibatan alumni bagi perkembangan UMY.

Selain Rakernas dan Simposium Nasional, rangkaian kegiatan dijadwalkan memuat refleksi perjalanan UMY dengan menghadirkan tokoh alumni dan para ketua organisasi alumni terdahulu. Sobar berharap pertemuan ini menghasilkan kerja sama konkret antara alumni dan UMY, baik untuk mendukung pengembangan kampus maupun memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Resti Damayanti
Editor: Nuha Khairunnisa