Skip to content

Promotor Konser Bocelli Umumkan Akan Donasi 100.00 Pasang Sepatu bagi Anak Palestina

Penulis
3 min read
Copied!
Promotor Konser Bocelli Umumkan Akan Donasi 100.00 Pasang Sepatu bagi Anak Palestina
Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan tampil dalam rangkaian tur konser di Borobudur dan Jakarta. Promotor Shoemaker Live mengumumkan rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak terdampak perang, meski MUI tetap menyatakan keberatan terkait rekam jejak sang penyanyi. Foto: Dok. PBS Great Performances

Promotor konser Andrea Bocelli, Shoemaker Live, mengumumkan rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara lain yang terdampak perang. Namun, rencana bantuan itu tidak mengubah keberatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap konser penyanyi tenor asal Italia tersebut.

Shoemaker Live mengangkat pesan kemanusiaan dan perdamaian dalam rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Sementara itu, MUI mempersoalkan rekam keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

Konser dijadwalkan berlangsung di kawasan Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan dilanjutkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Promotor menyatakan kedua pertunjukan tetap berjalan sesuai rencana.

Apa yang Diumumkan Promotor?

Visual resmi konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour di kawasan Candi Borobudur
Visual resmi rangkaian konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia oleh penyanyi tenor Italia Andrea Bocelli yang digelar di kawasan Borobudur, Magelang (31/10) dan JIExpo Kemayoran, Jakarta (3/11). Promotor Shoemaker Live mengumumkan rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah terdampak perang dalam rangkaian tur ini. Foto: Dok. Shoemaker Live

Shoemaker Live menyebut penggalangan dana kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian konser Bocelli di Indonesia. Salah satu bentuk bantuan yang direncanakan adalah 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak perang.

Artinya, jumlah tersebut merupakan rencana bantuan untuk beberapa wilayah, bukan seluruhnya diperuntukkan bagi Palestina. Pengumuman itu juga belum dapat disebut sebagai bantuan yang sudah tersalurkan.

Dalam keterangan yang diberitakan ANTARA pada 28 Oktober, pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan bahwa pihaknya mendengarkan pandangan masyarakat. Menurutnya, Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian kepada masyarakat yang hidup di tengah konflik.

“Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna dalam keterangan pers tersebut.

Promotor juga menyatakan Bocelli akan mendedikasikan salah satu lagu dalam pertunjukan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Keterangan yang menjadi bahan artikel ini belum merinci pembagian jumlah sepatu untuk setiap negara, lembaga penyalur, jadwal distribusi, maupun mekanisme pelaporan penyerahan bantuan. Rincian tersebut diperlukan untuk menilai pelaksanaan komitmen yang diumumkan penyelenggara.

Mengapa MUI Tetap Keberatan?

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengenakan syal Palestina saat memberikan pernyataan
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai rencana donasi 100.000 pasang sepatu dari promotor belum menjawab alasan mendasar penolakan MUI terkait rekam jejak keterlibatan Andrea Bocelli dalam acara penggalangan dana FIDF pada 2010. Foto: Dok. Humas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta / MUI

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai rencana donasi sepatu tidak menjawab alasan penolakan lembaganya.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan MUI pada 28 Oktober, Sudarnoto menegaskan bahwa keberatan tersebut berkaitan dengan rekam jejak Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana FIDF. Ia juga mempertanyakan relevansi bantuan itu dengan tanggung jawab sang penyanyi, terlebih apabila donasi berasal dari promotor.

Sudarnoto meminta Bocelli menunjukkan penyesalan secara terbuka atas keterlibatannya dalam acara penggalangan dana tersebut.

Keberatan terhadap aktivitas masa lalu Bocelli dan rencana bantuan dari promotor merupakan dua persoalan berbeda. Pengumuman donasi menjelaskan program yang hendak dijalankan penyelenggara, tetapi belum memberikan penjelasan spesifik mengenai keterlibatan Bocelli pada 2010.

Apa yang Tercatat tentang Acara FIDF?

Penampilan kolaborasi Andrea Bocelli, David Foster, dan Katharine McPhee saat membawakan lagu The Prayer di atas panggung
Arsip kolaborasi panggung penyanyi tenor Andrea Bocelli (tengah) bersama komposer David Foster (kiri) dan penyanyi Katharine McPhee (kanan) saat membawakan lagu The Prayer. Ketiganya tercatat dalam laporan Jewish Journal sebagai pengisi acara gala penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada Desember 2010 yang kini disoroti oleh MUI. Foto: Dok. PBS Great Performances

Arsip Jewish Journal tertanggal 10 Desember 2010 melaporkan bahwa Bocelli tampil dalam gala FIDF di Century City, Los Angeles, Amerika Serikat.

Acara tersebut dilaporkan menghimpun 8,75 juta dollar AS. Bocelli membawakan sejumlah lagu, termasuk The Prayer dan Time to Say Goodbye. Musisi David Foster serta Katharine McPhee juga tercatat sebagai penampil.

Laporan itu mendokumentasikan kehadiran Bocelli sebagai pengisi acara penggalangan dana FIDF. Namun, total dana yang terkumpul merupakan hasil keseluruhan acara, bukan jumlah sumbangan pribadi Bocelli.

Dalam keterangan promotor yang dirujuk untuk artikel ini, penjelasan berfokus pada pesan perdamaian, kegiatan yayasan Bocelli, dan rencana bantuan kemanusiaan. Belum terdapat penjelasan spesifik mengenai konteks keikutsertaan Bocelli dalam gala FIDF tersebut.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: ES Putro