
Long Weekend hingga Libur Sekolah Picu Lonjakan Wisatawan Jogja sepanjang Mei sampai Juli 2026
Jogja diserbu wisatawan sepanjang Juni hingga awal Juli 2026. Lonjakan kunjungan yang dipicu kombinasi long weekend dan libur sekolah ini membuat pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari toko oleh-oleh hingga perhotelan, kewalahan memenuhi permintaan.
Salah satunya dirasakan toko oleh-oleh Bakpia Pathok 25, yang sampai harus membatasi pembelian maksimal lima kotak per orang.
“Permintaannya luar biasa. Banyak teman-teman konsumen yang mengeluhkan ini, kok cuman boleh lima kotak sih?” kata Lautan Usha, Humas Bakpia Pathok 25, Senin (13/7).
Kenaikan permintaan juga dialami Bakpia Menuk. Penjualan di toko oleh-oleh yang menyediakan bakpia, pie susu, hingga floss roll itu tercatat naik hingga 20 persen dari Mei ke Juni.
“Kalau 15 persen kurang lebih di bulan April ke Mei ya. Kalau dari Mei ke Juni bisa sampai 20 persen,” kata Rizki Dinanda, Head of Marketing Bakpia Menuk, Jumat (10/7).
Lonjakan wisatawan turut dirasakan oleh gerai kaus khas Jogja, Dagadu, yang juga kebanjiran pengunjung di periode yang sama. Jumlah pengunjung gerai melonjak 2-3 kali lipat sejak pekan kedua Juni.
Sementara itu, kenaikan pendapatan di cabang paling ramai di Jalan Mangkubumi mencapai lebih dari 30 persen.
“Sebenarnya dari Mei itu kami sudah growing, karena mengingat Mei itu kan ada banyak sekali event libur nasional. Dan sekarang konstan sampai Juni, terus akhir Juni ini kan ada liburan sekolah,” kata Rian Hidayat, Sales and Store Manager Dagadu, Kamis (9/7).
Efek lonjakan wisatawan ini turut menjalar ke sektor perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat hunian hotel di DIY selama Mei hingga Juli 2026 berada di kisaran 70 hingga 75 persen.
Aset:
Video: Pandangan Jogja
Artikel: Pandangan Jogja
#wisatajogja #pariwisata #oleholehjogja #insightpandanganjogja #pandanganjogja