
Jogja, Pabrik Talenta Orkestra yang Ditinggalkan Lulusannya
Yogyakarta dikenal sebagai salah satu penyuplai talenta orkestra terbesar di Indonesia. Namun, banyak dari lulusan sekolah dan kampus orkestra di kota ini justru memilih melanjutkan karier di luar Jogja.
“Alumni-alumni sekolah dan kampus-kampus yang mempunyai orkestra itu ternyata banyak juga yang akhirnya keluar ke kota-kota besar lain karena mencari penghidupan yang lebih baik,” kata Dosen Penciptaan Musik ISI Yogyakarta, Puput Pramuditya, kepada Pandangan Jogja.
Menurut Puput, Yogyakarta lebih tepat disebut kota laboratorium orkestra ketimbang kota industri, sebab sebagian besar kelompok orkestra di Kota Pelajar masih berjalan tanpa program jangka panjang.
Manager Yogyakarta Royal Orchestra, Mei Artanto, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kebanyakan orkestra di Jogja masih berbasis proyek, sehingga keberlangsungannya kerap terhenti di tengah jalan.
“Di Jogja itu tidak semua orkestra punya program lima tahun ke depan. Lebih sering dari project. Bentuk orkes, kemudian selesai. Konsistensi, keberlanjutan orkestranya itu terkadang berhenti dua atau tiga tahun,” kata Tata, sapaan akrabnya, kepada Pandangan Jogja.
Aset:
Video: Pandangan Jogja/Dzaky F, Kraton Jogja, ISI Yogyakarta, Stella Duce, Instagram/@rumahorkestrajogja, @orkestra_umy, @gmco_ugm, @delayotaevents
Artikel: Pandangan Jogja
#orkestra #musik #seni #insightpandanganjogja #pandanganjogja