
Jalan Sore ke GPIB Margo Mulyo: Jejak Soekarno di Cagar Budaya Kawasan Malioboro
Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Margo Mulyo di kawasan Malioboro merupakan salah satu gereja tertua di Kota Yogyakarta. Gereja ini berdiri di ruas Jalan Margo Mulyo, berseberangan dengan Pasar Sore Malioboro, dan dibangun pada masa Hindia Belanda. Gereja ini diresmikan dengan nama Indische Kerk pada 11 Oktober 1857.
Pada perayaan Natal tahun 1947, Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno hadir untuk memberikan pidato di GPIB Margo Mulyo. Menurut Ketua Majelis Jemaat GPIB Margo Mulyo, Pendeta Jimmy Sormin, Soekarno saat itu menyampaikan pesan tentang cinta kasih, semangat kebangsaan, dan pembangunan negara di masa awal berdirinya Republik Indonesia.
Gereja ini telah tercatat dalam daftar cagar budaya nasional dan Kota Yogyakarta, kemudian statusnya diperkuat sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 279 Tahun 2025 tanggal 1 Agustus 2025.
Secara arsitektur, bangunan gereja menghadap ke timur dengan tiga ruang memanjang dari timur ke barat: ruang serambi, ruang ibadah utama, dan ruang pastori. Pintu masuk utama berupa kupu tarung dari kayu, mengarah ke ruang ibadah yang disangga deretan pilaster, dengan altar dan mimbar kayu yang sedikit ditinggikan di sisi barat. Di tembok bagian atas, tertulis petikan ayat Alkitab dalam bahasa Belanda. Kombinasi langit-langit yang tinggi dan deretan jendela lengkung besar khas arsitektur indis memberikan kesan luas dan terang.
Saat ini, jemaat dan pengelola tengah bersiap menjalankan program revitalisasi agar GPIB Margo Mulyo dapat berfungsi sebagai gereja wisata di koridor Malioboro, dengan menonjolkan karakter arsitektur bergaya indis sekaligus mempertahankan perannya sebagai tempat ibadah dan ruang pembelajaran lintas iman.
Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja
#gpibmargomulyo #gerejaprotestan #malioboro #sejarahjogja #jalansore #pjnews #pandanganjogja