
Jalan Sore ke Babarsari: Dulu Hutan, Kini Rumah Anak Rantau
Kawasan Babarsari yang masuk ke wilayah Padukuhan Tambakbayan, Sleman, dulunya hanyalah hutan belantara di tepian Sungai Tambakboyo. Pada masa Kerajaan Mataram Islam hingga Kasultanan Yogyakarta, kawasan ini dijadikan pos jaga atau “Tambakbaya”, fungsinya untuk mendeteksi ancaman dari luar istana. Dalam buku Toponimi Padukuhan di Kabupaten Sleman 2: Dari Demak Bintaro sampai Benteng Diponegoro yang diterbitkan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, sistem pertahanan di Tambakbaya sudah ada sejak era Sunan Amangkurat I. Prajurit Tambakbaya termasuk yang gugur saat menghadapi serbuan pasukan Trunojoyo ke Keraton Mataram.
Berabad-abad kemudian, wilayah ini mulai kembali hidup. Sekitar tahun 1965, sejumlah warga dari Wonosari, Gunungkidul, mengungsi akibat serangan wabah hama tikus yang menghancurkan sawah mereka. Saat itu, kawasan ini masih bernama Jangkaran. Para pengungsi mendirikan gubuk-gubuk di lahan kosong untuk bertahan hidup, yang menjadi cikal bakal permukiman di Babarsari.
Transformasi besar terjadi pada tahun 1972, ketika Presiden Soeharto meresmikan Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari yang berlokasi di utara bekas hutan Jangkaran. Sejak saat itu, nama Babarsari semakin dikenal luas.
Beberapa tahun kemudian, pembangunan kampus berlangsung masif. Tahun 1976, berdiri Kampus II UPN Veteran Yogyakarta, disusul Universitas Atma Jaya dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN, kini BRIN) yang melahirkan Politeknik Teknologi Nuklir. Di sisi timur dan utara, muncul Akademi Pariwisata, STIKES Wira Husada, Politeknik Akademi Pariwisata Indonesia (API), Universitas Proklamasi 45, dan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).
Banyaknya kampus mendatangkan banyak perantau dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Kini, Babarsari menjelma menjadi “Indonesia mini”. Dari hutan pertahanan kerajaan, tempat mengungsi dari wabah tikus, hingga kawasan kampus dan bisnis modern, Babarsari menjadi ruang tempat bertemunya berbagai suku, agama, dan budaya dari seluruh Nusantara.
Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja