
Jalan Sore Ibu Ruswo: Rumah Pahlawan Perempuan yang Jadi Dapur Umum Perjuangan
Jalan Ibu Ruswo merupakan sebuah ruas jalan di timur Keraton Yogyakarta yang namanya diambil dari pahlawan perempuan. Ibu Ruswo adalah warga Jogja yang menjadikan rumahnya sebagai dapur umum untuk memenuhi logistik pejuang Revolusi selama Agresi Militer Belanda II, termasuk saat Serangan Umum 1 Maret 1949.
Ibu Ruswo lahir pada tahun 1905 dengan nama Kusnah. Nama Ruswo berasal dari suami yang dinikahinya pada 1921, Ruswo Prawiroseno. Usai menikah, Ibu Ruswo mulai terjun ke dalam kelompok pergerakan dan perjuangan rakyat. Artikel “Ibu Ruswo, Pejuang Wanita dan Ibu Prajurit” tulisan Sri Retna Astuti yang dimuat dalam jurnal Jantra menyebut, Ibu Ruswo aktif berkegiatan di organisasi Perkumpulan Pemberantasan Perempuan dan Anak (P4A) dan Wanita Setya Rahayu. Fokus perjuangan Ibu Ruswo adalah membela martabat perempuan dan anak, termasuk melindungi buruh-buruh perempuan yang diperlakukan secara tak adil oleh pengusaha Jepang dan Cina.
Ibu Ruswo juga aktif membantu pasokan logistik untuk gerilyawan. Rumahnya, yang terletak di Kampung Yudonegaran dan hingga saat ini masih terawat apik, difungsikan sebagai dapur umum. Ia mengoordinasi para ibu di Kota Yogyakarta untuk mengumpulkan makanan dan mendistribusikannya kepada para pejuang.
Peran Ibu Ruswo tak sampai di situ. Ia bersama suaminya kerap menjadi kurir pengantar pesan rahasia yang ditujukan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, bahkan pernah menyelamatkan Sukarno dari sergapan intel Belanda.
Setelah kemerdekaan, Ibu Ruswo menjadi pengurus aktif Badan Penolong Keluarga Korban Perjuangan (BPKKP). Sosoknya dikenal oleh setiap prajurit, sehingga dianggap sebagai ibu sendiri dan diberi predikat “Ibu Prajurit”.
Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja
#iburuswo #pahlawanperempuan #sejarahindonesia #jalansore #pandanganjogja