Diam 25 Menit Menghadap Keraton Yogya, 300-an Mahasiswa & Pelajar Muhammadiyah DIY Lakukan Topo Pepe di Titik Nol Kilometer
Pandanganjogja – Sekitar 300 kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-DIY menggelar aksi Topo Pepe di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (22/6).
Massa berdiam diri menghadap Keraton Yogyakarta selama sekitar 25 menit, mulai pukul 12.10 WIB hingga 12.35 WIB.
Tiga peserta di barisan terdepan mengenakan lurik dan kebaya sebagai simbol pelaksanaan Topo Pepe, sementara peserta lainnya mengenakan jas almamater kampus dan atribut pelajar.
Koordinator aksi, Ahsan Taqwim, mengatakan Topo Pepe dipilih sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pimpinan daerah.
“Topo Pepe itu dari bahasa Jawa, topo berarti bertapa dan pepe berarti berjemur. Secara simbolik kami duduk berdiam diri menghadap Keraton. Ini bentuk kami mengadu dan menyampaikan kritik secara bijak kepada pimpinan tertinggi di Yogyakarta,” kata Ahsan kepada Pandangan Jogja di lokasi, Senin (22/6).
Aksi ini juga menjadi ajakan kepada Pemerintah Daerah DIY dan DPRD DIY untuk memperkuat pengawasan program nasional di tingkat daerah.
“Implementasi program-program nasional itu kan semuanya di tingkat daerah. Sehingga kita mengadunya juga ke pemerintah daerah, baik di level provinsi dan tentunya pengawasannya sampai di level desa,” ujarnya.
IMM dan IPM DIY membawa lima tuntutan: evaluasi program strategis nasional, reorientasi APBN untuk pendidikan dan perlindungan sosial, penghentian militerisasi ruang sipil, reformasi ekonomi berkeadilan, serta penguatan demokrasi dan partisipasi publik.
Usai Topo Pepe, massa melanjutkan long march menuju DPRD DIY untuk menyampaikan tuntutan kepada wakil rakyat.
Aset: Artikel: Pandangan Jogja Video: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD