
Dari Sepeda Pink Usia 5 Tahun, Fiorenza Kini Berlaga di Panggung BMX Asia Tenggara
Mulai naik sepeda di usia 5,5 tahun. Di usia 16, ia sudah berlaga di panggung BMX Asia Tenggara.
Fiorenza Prianggo tidak langsung jadi atlet ia hanya anak kecil yang semakin semangat setiap kali ayahnya membelikan sepeda baru. Kini di usia 16 tahun, semangat itu berubah jadi rutinitas yang ketat. Enam hari seminggu โ gym, latihan trek, fisik, tanpa jeda. Satu-satunya hari libur: Minggu.
Kegigihan itu yang paling dilihat pelatihnya. “Fio bukan sosok anak yang super talent. Tapi saya senang kegigihannya, attitude-nya, kemauannya, disiplinnya,” ujar sang pelatih.
Di Kejurnas 2024, Fio naik podium nomor satu. Tapi di tahun yang sama, ia harus berhenti patah tulang bahu memaksanya beristirahat selama enam bulan. Enam bulan berlalu. Fio kembali dari awal pumping pelan-pelan, manual sedikit demi sedikit. “Udah terlanjur basah, masa naik lagi? Nanti sia-sia dong hasil usahaku selama ini,” ujarnya.
Kegigihan itu akhirnya dilihat. Akhir 2025, Polygon Bikes memberikan Fio sepeda bukan hasil menabung, bukan hasil minta. Tapi hasil dari tujuh tahun tidak pernah berhenti.
Sepeda itu langsung dibawa ke Thailand. ASEAN BMX. Fio pulang di posisi lima dari ratusan peserta.
“Unbelievable. Oh my God, udah sampai sini ya,” ujar Fiorenza.
#bmxracing #atlesindonesia #bmxindonesia #polygonbikes #kisahatlet