
Dari Maraton sampai Konser, Ada Peran Event di Balik Tingginya Pariwisata Jogja di Pertengahan Tahun
Mandiri Jogja Marathon, Prambanan Jazz, dan ARTJOG digelar berdekatan sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026. Ketiga event besar ini disebut pelaku usaha di Yogyakarta sebagai salah satu faktor pendorong lonjakan wisatawan, selain long weekend dan libur sekolah.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat kenaikan okupansi atau tingkat hunian hotel-hotel di DIY sepanjang periode tersebut, yakni sebesar 70-75 persen.
“Itu juga sangat membantu, event apa pun tapi bukan event untuk masyarakat DIY, tapi bisa mendatangkan yang dari luar DIY yang bisa stay,” Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (10/7).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY turut menunjukkan pola serupa. Sepanjang 2024 hingga 2026, kunjungan wisatawan konsisten meningkat pada pertengahan tahun sekitar Mei hingga Agustus, bertepatan dengan banyaknya event di DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyebut Calendar of Event DIY yang berlangsung hampir sepanjang tahun menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Hal ini diperkuat dengan daya tarik budaya yang telah dimiliki Jogja sejak lama, serta akses yang semakin mudah lewat Yogya International Airport (YIA) dan jalan tol.
“Faktor lain adalah berkembangnya produk wisata baru seperti desa wisata, wisata minat khusus, wellness tourism, sport tourism, serta pengalaman budaya yang lebih autentik,” kata Imam kepada Pandangan Jogja, Senin (13/7).
Aset:
Video: Pandangan Jogja, @mandiri_jogmar
Artikel: Pandangan Jogja
#wisatajogja #pariwisata #eventjogja #insightpandanganjogja #pandanganjogja