
Cowok Sunda Nggak Boleh Nikah Sama Cewek Jawa?
Pada 2017, Sri Sultan Hamengku Buwono X menamai ruas jalan Ring Road Barat Jogja dengan nama Jalan Siliwangi. Langkah ini bukan sekadar pemberian papan nama jalan, melainkan bagian dari upaya menyatukan kembali dua kebudayaan besar Nusantara: Jawa dan Sunda.
“Ini peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, khususnya bagi Suku Jawa dan Sunda. Kedua suku ini merupakan dua suku besar di Indonesia. Keduanya punya sejarah yang sepertinya tidak selesai,” kata Sultan HB X pada peresmian nama jalan arteri Jogja, 3 Oktober 2017 silam. Sultan merujuk pada peristiwa Bubat, yang banyak dipercaya sebagai awal mula perselisihan kedua suku, termasuk munculnya mitos larangan menikah antara laki-laki Sunda dengan perempuan Jawa.
Nama Siliwangi diambil dari pemimpin Kerajaan Pajajaran. Penamaan jalan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 166/KEP/2017. Selain Jalan Siliwangi, ruas jalan Ring Road lain turut dinamai dengan unsur kerajaan besar di Jawa dan Sunda, seperti Jalan Majapahit (Ring Road Timur), Jalan Pajajaran (Ring Road Utara), dan Jalan Brawijaya (Ring Road Selatan). Empat nama itu dipilih sebagai simbol penghormatan terhadap kebesaran empat kerajaan yang pernah mewarnai sejarah Indonesia.
Kini, Jalan Siliwangi membentang dari flyover Jombor hingga perempatan Pelemgurih. Di balik lalu lintasnya yang padat, jalan ini menjadi pengingat bahwa kesalahpahaman masa lalu dapat dijembatani lewat simbol sederhana, seperti sebuah nama di ruas jalan.
Kamu punya cerita apa di Jalan Siliwangi alias Ring Road Barat? Tulis di kolom komentar, ya!
Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja
#jalansiliwangi #ringroadjogja #perangbubat #flyoverjombor #pelemgurih #jalansore #pjnews #pandanganjogja