
Ada Sepatu Bola hingga Jersey PSS Sleman dalam Peti Mati Mendiang Legenda PSS, Fajar Listiyantara
Legenda PSS Sleman sekaligus PSIM Jogja, Fajar Listiyantara, berpulang pada Sabtu (25/7) dini hari pukul 00.08 WIB usai berjuang melawan penyakit ginjal.
Mendiang mengembuskan napas terakhir di usia 45 tahun dan diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir di Sasono Loyo Tegal Kalibening sekitar pukul 14.00 WIB.
Jersey kenangan PSS Sleman beserta sepatu bola milik mendiang turut dimasukkan ke dalam peti mati. Kakak kandung mendiang yang juga tokoh sepak bola nasional, Seto Nurdiyantoro, mengungkapkan bahwa barang-barang tersebut dikembalikan untuk menemani Fajar di peristirahatan terakhirnya.
“Jerseynya jersey kenangan buat Fajar, dia pemain di PSS. Tentang sepatunya, mungkin bisa untuk menemani Fajar. Tapi itu sesuatu yang istimewa buat Fajar,” ujar Kakak Mendiang Fajar Listiyantara, Seto Nurdiyantoro, ditemui usai pemakaman, Sabtu (25/7).
Di mata keluarga, Fajar dikenal sebagai sosok penyayang yang memiliki bakat dan kemampuan teknis sepak bola sangat luar biasa, bahkan diakui melampaui kemampuan sang kakak sewaktu aktif berkarir.
“Dari sisi teknisnya pula, menurut saya dan kakak-kakaknya, Fajar ini punya paling-paling luar biasa. Bahkan dengan saya pun, secara teknis, skill-nya bagusan Fajar,” ujar Seto.
Aset:
Artikel: Pandangan Jogja
Video: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD