Musim Depan, PSIM Tetap di Sultan Agung dengan Sewa Rp92,5 Juta

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, memastikan bahwa PSIM Yogyakarta akan kembali berkandang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada kompetisi Super League 2026/2027.
Ia menyebut pihak PSIM Jogja telah mendapatkan izin penggunaan SSA selama satu musim pada musim depan.
Namun, untuk memenuhi standar operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSIM harus menanggung biaya penambahan 5.000 kursi single seat dan peningkatan pencahayaan stadion menjadi 1.600 lux. Sebab, Pemkab Bantul menurut dia tidak memiliki anggaran untuk memenuhi persyaratan tersebut.
“Aturan dari PT LIB mengharuskan ada 5.000 kursi single seat dan lampu 1.600 lux. Kami tidak ada anggarannya, sehingga penambahan kursi dan lampu dilakukan oleh PSIM dengan biaya dari klub,” kata Titik saat dihubungi Pandangan Jogja, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, fasilitas yang dipasang untuk kebutuhan kompetisi itu tidak menjadi aset Pemkab Bantul. Setelah musim berakhir, kursi single seat dan perangkat pencahayaan tersebut akan menjadi milik PSIM dan dibawa kembali oleh klub.
Titik menambahkan, biaya sewa SSA pada musim 2026/2027 tetap sebesar Rp92,5 juta untuk satu musim, tidak mengalami perubahan dibanding musim sebelumnya. Pembaruan izin penggunaan stadion juga telah diselesaikan.
“Tahun kemarin sewanya Rp92,5 juta. Biayanya tidak berubah dan untuk musim ini sudah pembaruan izin,” ujarnya.
Selain PSIM, Stadion Sultan Agung juga akan digunakan oleh Persiku Kudus pada musim ini. Menurut Titik, pengaturan jadwal penggunaan stadion telah dibahas bersama PSIM sehingga tidak terjadi benturan selama kompetisi berlangsung.
*Derby Istimewa adalah perayaan atas momen bersejarah yang lama dinantikan: bertemunya PSIM Jogja dan PSS Sleman di panggung tertinggi sepak bola Indonesia untuk pertama kalinya pada musim depan.