Skip to content

Gembleng Banteng Jogja, Ganjar: PDIP Harus Mendengarkan Suara Gen-Z

Penulis
3 min read
Copied!
Gembleng Banteng Jogja, Ganjar: PDIP Harus Mendengarkan Suara Gen-Z
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memberi arahan dalam Kaderisasi Tingkat Pratama di Kaliurang, Sleman, Jumat (23/10/2026) malam. Ia menekankan pentingnya partai mendengar kegelisahan serta melibatkan Gen-Z dalam kebijakan publik. Foto: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo meminta partainya mendengarkan suara dan kecemasan generasi Z, sekaligus melibatkan mereka dalam pembahasan kebijakan publik.

Pesan itu disampaikan Ganjar saat mengisi Kaderisasi Tingkat Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta di Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (23/10/2026) malam. Kegiatan pada 23–25 Oktober tersebut diikuti 64 kader.

Ganjar mengatakan pendidikan politik merupakan salah satu fungsi partai. Kaderisasi harus menyiapkan calon pemimpin yang mampu memahami kebutuhan masyarakat, baik ketika bertugas di legislatif, eksekutif, maupun pemerintahan desa.

“Rekrutmen kader itu sendiri adalah untuk menciptakan kader kepemimpinan, bisa mengabdi sebagai legislatif, eksekutif, kepala daerah, bahkan jadi kades. Merekalah yang bisa mendengarkan dan memenuhi keinginan rakyat,” kata Ganjar.

Dalam kegiatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyebut jumlah Gen-Z di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 69 ribu orang. Menanggapi hal tersebut, Ganjar meminta partai menyesuaikan pendekatan pendidikan politik dengan keseharian dan persoalan anak muda.

Ganjar Pranowo berdiri di hadapan puluhan kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta berbaju merah pada acara kaderisasi di Kaliurang
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memberi arahan dalam Kaderisasi Tingkat Pratama di Kaliurang, Sleman, Jumat (23/10/2026) malam. Ia menekankan pentingnya partai mendengar kegelisahan serta melibatkan Gen-Z dalam kebijakan publik. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Ganjar, partai perlu membuka ruang dialog tentang kecemasan masa depan, menjelaskan fungsi politik, serta menjawab pandangan negatif terhadap partai. Kepedulian anak muda terhadap persoalan lingkungan, termasuk sampah dan kebakaran hutan, juga perlu diapresiasi.

Ganjar mencontohkan, membantu seorang anak yang tidak bisa bersekolah merupakan tindakan pribadi. Melalui kewenangan di legislatif dan eksekutif, bantuan dapat diperluas menjadi kebijakan dan anggaran pendidikan yang menjangkau lebih banyak orang.

“Gen-Z perlu diajak diskusi tentang perspektif anggaran misalnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan kebangsaan di tengah perkembangan teknologi.

“Mereka ini setiap hari pegang gadget, bergulat dengan AI, tapi harus selalu diingatkan tentang kesantunan, adab, budi pekerti, agar nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan tidak hilang. Di sinilah peran partai politik untuk mendidik dan melatih mereka,” kata Ganjar.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memegang mikrofon saat memberikan arahan dalam Pendidikan Kader Pratama di Kaliurang
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memberi arahan dalam Kaderisasi Tingkat Pratama di Kaliurang, Sleman, Jumat (23/10/2026) malam. Ia menekankan pentingnya partai mendengar kegelisahan serta melibatkan Gen-Z dalam kebijakan publik. Foto: Dok. Istimewa

Ganjar mengajak kader muda mencontoh kebiasaan Bung Karno membaca dan berdiskusi dengan rujukan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemikiran Bung Karno perlu diterjemahkan sesuai persoalan masa kini, dengan keberpihakan kepada masyarakat lemah sebagai pegangan ketika kader menduduki jabatan politik.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY Ian Kurnia mengatakan kaderisasi merupakan keharusan. Setelah Kota Yogyakarta, pendidikan tingkat Pratama akan dilaksanakan di Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.

Sementara itu, Eko Suwanto menjelaskan pemilihan Kaliurang berkaitan dengan sejarah pidato Bung Karno dalam Konferensi Besar GMNI pada 17 Februari 1959. Pesan tentang kesetiaan kepada kaum Marhaen menjadi pengingat bagi kader untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Ini sekaligus menghikmati sejarah Bung Karno, sejarah Ibu Megawati dan komitmen PDI Perjuangan berjuang untuk hak-hak rakyat,” kata Eko.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: ES Putro