Skip to content

Dari Aceh hingga Gaza, 27 Tahun Lembaga Kemanusiaan Ini Jalankan 500 Lebih Misi

Penulis
2 min read
Copied!
Dari Aceh hingga Gaza, 27 Tahun Lembaga Kemanusiaan Ini Jalankan 500 Lebih Misi
Ratusan hadirin mengikuti rangkaian acara milad ke-27 dan peresmian gedung baru MER-C Yogyakarta, Jumat (29/8). Foto: Pandangan Jogja

Selama 27 tahun, MER-C Indonesia telah menjalankan lebih dari 500 misi kemanusiaan di Indonesia dan berbagai wilayah konflik serta bencana di luar negeri.

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia telah menjalankan lebih dari 500 misi kemanusiaan selama 27 tahun. Misi tersebut mencakup berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua, serta wilayah konflik dan bencana di luar negeri.

Ketua Presidium MER-C Indonesia, Hadiki Habib, mengatakan MER-C berdiri pada Agustus 1999 setelah tim medis mahasiswa Universitas Indonesia berangkat merespons konflik di Ambon.

“MER-C berdiri tahun 1999 tepatnya di bulan Agustus. Ketika itu memang ada tim medis mahasiswa UI yang berangkat untuk merespons situasi konflik di daerah Ambon,” kata Hadiki.

Peresmian Masjid An-Nur dalam rangkaian milad ke-27 MER-C Yogyakarta
Peresmian Masjid An-Nur dalam rangkaian milad ke-27 MER-C Yogyakarta, Jumat (29/8). Foto: Pandangan Jogja

Sejak berdiri, MER-C mengirimkan tim ke berbagai wilayah konflik seperti Gaza, Myanmar-Rohingya, dan Afghanistan. Untuk respons bencana, misi juga dilakukan di Nepal, Filipina Selatan, Iran, serta sejumlah wilayah di Indonesia.

Di Indonesia, salah satu respons terbaru dilakukan di Aceh Tamiang setelah bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Wakil Ketua MER-C Yogyakarta, Muhammad Alif Syafwandana, menjadi bagian dari tim yang membuka klinik bagi masyarakat terdampak yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Karena kami ketika itu membuka klinik di Aceh Tamiang dan pasien itu terus berdatangan karena pada waktu itu memang akses masih sulit sehingga akses untuk kesehatan masih sulit didapatkan oleh masyarakat sekitar,” ujar Alif.

Sesi diskusi milad ke-27 MER-C Yogyakarta mengulas rekam jejak misi kemanusiaan, termasuk respons pasca-erupsi Semeru
Sesi diskusi milad ke-27 MER-C Yogyakarta mengulas rekam jejak misi kemanusiaan, termasuk respons pasca-erupsi Semeru, Jumat (29/8). Foto: Pandangan Jogja

Sementara di luar negeri, Gaza menjadi salah satu wilayah dengan tantangan besar bagi misi MER-C. Pengiriman tim medis ke Gaza telah berlangsung sejak Maret 2024. Salah satu penugasan terbaru, Emergency Medical Team (EMT) ke-7, masuk ke Gaza pada Januari 2025.

Dalam menjalankan respons bencana, MER-C terlebih dahulu melakukan asesmen melalui Rapid Health Assessmentuntuk memetakan kebutuhan kesehatan dan menentukan prioritas bantuan bersama instansi lokal.

Memasuki tahun ke-27, MER-C memperkuat kapasitas relawan dan pengelolaan organisasi. Kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lain juga dipertahankan untuk memperluas jangkauan respons kemanusiaan.

Suasana acara milad ke-27 dan peresmian gedung baru MER-C Yogyakarta
Suasana acara milad ke-27 dan peresmian gedung baru MER-C Yogyakarta, Jumat (29/8). Foto: Pandangan Jogja

Hadiki berharap MER-C Yogyakarta dapat mengembangkan program kemanusiaan baru dengan memanfaatkan kekuatan relawan di daerah tersebut.

“Saya berharap MER-C Jogja ini menjadi inovator terhadap program-program kemanusiaan karena saya lihat relawan-relawan di Jogja ini sangat kreatif,” ujarnya.

Alif mengatakan respons terhadap bencana tetap menjadi fokus MER-C ke depan. “Harapannya tentunya MER-C bisa tetap responsif dan tetap tanggap apabila terjadi bencana di Indonesia,” kata dia.

Tim Editor
Writer: Pandangan Jogja
Reporter: Resti Damayanti
Editor: Gracetika