Berawal dari Melukis di Kebun Bunga, 16 Seniman Gelar Pameran Seni Rupa di Jogja

Berawal dari rencana melukis bersama di kebun bunga kawasan Bandungan, Semarang, sebuah kegiatan seni berkembang menjadi pameran yang melibatkan 16 peserta dari berbagai daerah hingga Finlandia. Pameran bertajuk Blooming & Shining itu berlangsung di Studio Kalahan, Yogyakarta, pada 10–24 Oktober 2026.
Pameran ini mempertemukan peserta dari Yogyakarta, Temanggung, Jawa Timur, Bali, Jakarta, hingga Finlandia. Menurut penyelenggara, para peserta kegiatan melukis dan pameran tersebut tidak berasal dari jurusan seni lukis.
Gagasan kegiatan ini bermula dari Athonk Sapto Raharjo dan Lidwina Riestanti yang ingin mengadakan kegiatan melukis langsung atau on the spot (OTS) di kebun bunga. Awalnya, kegiatan tersebut hanya direncanakan sebagai sarana rekreasi, tetapi kemudian dikembangkan setelah mendapat respons positif dari rekan-rekan mereka.
Athonk dan Lidwina bahkan melakukan survei ke sejumlah kebun bunga di kawasan Bandungan dan Sumowono selama hampir tiga bulan. Setelah tujuh kali survei, keduanya menemukan lokasi yang dinilai sesuai untuk kegiatan melukis bersama tersebut.

Rencana itu kemudian dikembangkan bersama tiga rekan mereka, yakni Denny, Britto, dan Suci. Kelimanya membentuk kelompok NGN 03, yang namanya diambil dari alamat rumah sekaligus studio Athonk di Jalan Nagan Lor Nomor 03, Yogyakarta. Kelompok ini lantas membuka pendaftaran umum atau open call untuk kegiatan melukis dan pameran bersama.
Lidwina menjelaskan, tema Blooming & Shining tidak hanya berkaitan dengan visual bunga dan cahaya, tetapi juga menggambarkan proses pertumbuhan individu.
“Tema ini berbicara tentang perjalanan batin manusia, tentang keberanian untuk terus bertumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan, dan tentang kemampuan setiap individu untuk menemukan serta memancarkan cahayanya sendiri,” ujar Lidwina.
Pameran ini menampilkan karya sejumlah peserta, antara lain Athonk Sapto Raharjo, Lidwina Riestanti, Britto Wirajati, I Nyoman Juliartawan, Suvi Karjalainen, dan mendiang Josephine Mekel.
Selain pameran, penyelenggara menghadirkan pertunjukan seni saat pembukaan pada 10 Oktober serta menjadwalkan lokakarya menggambar komik bersama Mulyakarya pada Sabtu (17/10).