
Angkat Ritual Pengobatan Dayak Krio, Mahasiswa ISI Yogya Tampilkan Tari ‘Bale Perangin’
Mahasiswa ISI Yogyakarta Jurusan Tari, Eunike Detilia Cinda atau akrab disapa Iza, sukses mementaskan karya Tugas Akhir berjudul Bale Perangin.
Karya tari berdurasi 23 menit ini dibawakan oleh tujuh penari laki-laki di Panggung Tari ISI Yogyakarta, Kamis (21/5).
Iza menyebut inspirasi gerak dan konsep pertunjukan bertumpu pada kesakralan Pelangka, media ritual pengobatan tradisional Bolit’n Pancaluk dari Suku Dayak Krio di Hulu Sungai, Ketapang.
Struktur koreografinya terbagi menjadi satu bagian intro dan tiga adegan utama yang secara simbolis menggambarkan fase identifikasi penyakit hingga momen klimaks spiritual.
Melalui visualisasi properti janur yang bergerak dinamis dan iringan musik combo etnik live, Iza berupaya mengenalkan kekayaan ritual Kalimantan Barat yang mulai jarang dikenali generasi muda.
“Semoga ini orang-orang tuh tahu bahwa di Kalimantan itu gak cuma satu budaya. Banyak ritual juga yang berbeda-beda,” ujar Penata Tari, Eunike Detilia Cinda, dihubungi Pandangan Jogja, Rabu (1/7).
Aset
Artikel: Pandangan Jogja
Video: @detiliuszaa