Usai Kalah Lawan PSIM, Pelatih Semen Padang Kritik Wasit Asal Korea: Indonesia Masih Banyak Wasit Bagus

Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, mengkritik kepemimpinan wasit Ko Hyung-jin asal Korea Selatan usai timnya kalah 0-1 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1) sore WIB. 

Menurut Dejan, sejumlah keputusan wasit merugikan timnya dan mencederai semangat fair play. Dirinya menyebut penalti yang diberikan kepada PSIM di babak kedua sebagai keputusan yang dipertanyakan. 

Menurutnya, bola berada cukup jauh dari pemain Semen Padang saat kontak terjadi, sehingga sulit disebut pelanggaran. Ia juga menyoroti keputusan wasit yang menganulir penalti PSIM di babak pertama melalui VAR, namun tidak menggunakan prosedur serupa pada penalti di babak kedua.

“ Saya jujur saja. Saya kecewa. Bukan karena kalah, tapi karena cara pertandingan ini dipimpin. Kalau tim lawan memang lebih bagus, saya tidak masalah. Kita bisa salaman. Tapi kalau seperti ini, ini tidak membantu sepak bola Indonesia,” ujar Dejan usai pertandingan.

Mantan pelatih PSS Sleman itu menyebut masih banyak wasit lokal yang dinilainya mampu memimpin pertandingan dengan baik dan profesional.

“Saya masih percaya masih ada banyak wasit bagus di Indonesia,” katanya.

Pelatih asal Serbia itu menilai kehadiran wasit asing yang tidak memahami konteks sepak bola Indonesia justru dapat menimbulkan persoalan.  Menurutnya, hal tersebut tidak membantu perkembangan kompetisi nasional.

Sementara itu, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menanggapi situasi penalti dan VAR dengan lebih normatif. Ia menyebut keputusan wasit merupakan bagian dari dinamika pertandingan dan tidak bisa diubah oleh tim.

“VAR tidak aktif dan kemudian ada momen penalti. Kami tidak bisa mengubah itu. Apakah penalti atau bukan, saya tidak tahu,” ujar Van Gastel.

Juru taktik asal Belanda itu juga menyebut situasi tersebut sebagai bagian dari keseimbangan kompetisi. Menurutnya, pada awal musim timnya juga beberapa kali dirugikan oleh keputusan penalti, sehingga kejadian kali ini dianggap sebagai hal yang wajar dalam sepak bola.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana