
Satu Markas Komando (Mako) atau Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) baru di Sleman ditargetkan mulai beroperasi pada akhir semester I 2026 atau sekitar Juni. Pos Damkar tersebut berlokasi di wilayah Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.
Keberadaan Pos Damkar Prambanan disiapkan untuk memperkuat layanan penanganan kebakaran di wilayah Sleman bagian timur yang selama ini masih bergantung pada dua pos existing, yakni Mako Induk di Tridadi dan Pos Damkar Godean.
Kepala Satpol PP Sleman, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa secara perencanaan pembangunan Pos Damkar Prambanan telah rampung. Namun, pemanfaatan bangunan masih menunggu kesiapan formal dari pihak pelaksana pembangunan.
“Kalau dari rencana pembangunan 2025 sudah 100 persen, kami inginnya segera menggunakan tapi tentunya kami masih menunggu dari pelaksanaanya terkait kesiapan bangunannya secara formal,” kata Indra dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (22/1).
Indra menargetkan Pos Damkar Prambanan dapat mulai beroperasi pada akhir semester I 2026 atau sekitar Juni.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Sleman, Gunardi, menjelaskan bahwa Pos Damkar Prambanan nantinya akan memiliki cakupan wilayah kerja lima kapanewon di Sleman bagian timur. Wilayah tersebut meliputi Kapanewon Berbah, Prambanan, Kalasan, serta sebagian wilayah Depok dan Ngemplak.
“Pos Damkar Prambanan wilayah kerjanya: Kapanewon Berbah, Prambanan, Kalasan, sebagian wilayah Depok, dan sebagian wilayah Ngemplak dengan kondisi baru ada 3 WMK (Mako Induk Sleman, Pos Godean dan Pos Prambanan),” ujarnya.
Dengan tambahan pos baru tersebut, waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian diproyeksikan menjadi lebih singkat. Selama ini, armada pemadam kebakaran sebagian besar berangkat dari wilayah barat Sleman, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau kawasan timur.
Gunardi menyebut, jika terjadi kebakaran di wilayah Prambanan, waktu tempuh petugas saat ini sangat dipengaruhi kondisi lalu lintas.
“(Jika terjadi kebakaran di Prambanan) waktu tempuhnya juga tergantung kondisi lalu lintas. Jam sibuk bisa 45 menit, kalau jalan sepi 25 menit,” kata Gunardi.
Dengan beroperasinya Pos Damkar Prambanan, pihaknya menargetkan waktu respons maksimal 15 menit dapat tercapai.
“Semoga (dengan adanya Mako Damkar Prambanan) respon time 15 menit bisa kita capai,” tambahnya.
Berdasarkan data kejadian kebakaran sepanjang 2025, tercatat terdapat 22 kejadian kebakaran di tiga kapanewon wilayah timur Sleman. Rinciannya, sembilan kejadian di Kapanewon Berbah, tujuh kejadian di Kalasan, dan enam kejadian di Prambanan.
