
Persiba Bantul hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci tiket promosi ke Liga 2 lewat laga semifinal Liga 3 Nusantara melawan RANS Nusantara FC. Pertandingan akan digelar malam ini, Selasa (3/2) pukul 19.45 WIB di Stadion Sriwedari, Solo.
Sebelumnya, Persiba sukses menembus semifinal setelah menumbangkan Persika Karanganyar di babak perempat final lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-2.
Manajer Persiba Bantul, Endro Bawono, menyebut seluruh punggawa tim saat ini memberikan fokus penuh untuk menghadapi partai hidup-mati tersebut. Dukungan dari warga Bantul diakuinya menjadi bahan bakar utama semangat para pemain.
“Alhamdulillah berkat kerja keras tim pelatih, anak-anak, serta doa dan dukungan masyarakat Bantul, kita bisa melewati babak 8 besar. Sekarang kami lebih fokus menyiapkan diri untuk pertandingan semifinal,” ujar Endro, Senin (2/2).
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Susanto, menyebut timnya dalam kondisi yang sangat baik dan penuh motivasi untuk menghadapi RANS Nusantara FC.
“Semoga pemain juga tidak terbebani dengan kondisi pertandingan besok. Untuk promosi ke Liga 2 InsyaAllah tercapai dan kita berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya,” kata Susanto.
Sementara itu, penyerang Persiba Bantul, Fillah Rohmatuloh, mengatakan ia bersama rekan setimnya telah melakukan persiapan terbaik, termasuk meningkatkan kekompakan dan memperkuat komunikasi antarpemain.
“Tentunya kita sudah melakukan persiapan yang baik minggu ini, kan kita semua pemain siap untuk memenangkan pertandingan besok,” ujarnya.
Regulasi Liga Nusantara musim ini menyediakan tiga tiket promosi. Dua tim yang berhasil memenangi laga semifinal otomatis lolos ke Liga 2, sementara satu tiket tersisa akan diperebutkan oleh tim yang kalah di babak semifinal melalui laga perebutan tempat ketiga.
Selain partai Persiba vs RANS, semifinal lainnya akan mempertemukan Dejan FC melawan PSGC Ciamis di lokasi yang sama pada sore hari ini pukul 15.00 WIB. Jika menang di laga malam nanti, klub kebanggaan warga Bantul itu akan mencetak sejarah dengan kembali ke kasta kedua sepak bola Indonesia.
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: Nuha Khairunnisa
