
Momen one minute silence mengawali laga persahabatan antara PSS Sleman dan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/12) sore WIB. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk duka cita dan doa bagi para korban bencana alam di Pulau Sumatra.
Sesaat sebelum kick-off, para pemain dari kedua tim membentuk lingkaran di tengah lapangan dan menundukkan kepala selama kurang lebih satu menit. Para pemain dan ball boys juga tampak mengenakan pita hitam di pergelangan lengan sebagai simbol belasungkawa.
Aksi solidaritas berlanjut pada jeda babak pertama. Perangkat pertandingan memutar lagu “Ibu Pertiwi” melalui sistem audio stadion. Dalam kesempatan itu, stadium announcer mengajak seluruh elemen stadion untuk mendoakan sekaligus berdonasi bagi korban bencana.
“Sepak bola untuk kemanusiaan. Dari Maguwoharjo untuk Sumatra,” ucap stadium announcer.
Ajakan tersebut diperkuat dengan beberapa spanduk bertuliskan ‘Pray For Sumatra,’ serta tampilan pesan solidaritas di layar videotron Stadion Maguwoharjo yang menyerukan doa dan kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Pada pertandingan tersebut, PSS Sleman berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Garudayaksa FC. Gol tunggal tuan rumah dicetak Frederic Injai pada menit ke-90+6 melalui eksekusi penalti. Pemain asal Prancis itu masuk pada babak kedua dan menjadi penentu kemenangan Super Elang Jawa.
Pelatih PSS Sleman, Ansari Lubis, menyebut laga persahabatan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi tim.
“Pertandingan ini memberi kami gambaran mengenai kualitas lawan sekaligus perkembangan tim kami sendiri,” kata Ansari.
Juru taktik asal Sumatra Utara itu juga menegaskan bahwa laga tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan uji coba. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan di stadion didedikasikan sebagai bentuk empati kepada korban bencana di Sumatra.
“Pertandingan ini juga untuk teman-teman kita yang ada di Sumatra. Kita juga turut berbelasungkawa. Mudah-mudahan bencana ini cepat selesai,” pungkasnya.
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: Widi RH Pradana
