Jembatan Kewek Jadi Tempat Jualan Street Coffee, Walkot Yogya: Malam Ini Saya Tertibkan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Foto: Pemkot Yogya

Pemerintah Kota Yogyakarta akan menertibkan aktivitas street coffee yang berjualan di kawasan Jembatan Kewek mulai Rabu (24/12) malam. Penertiban dilakukan atas instruksi langsung Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Hasto menyampaikan, dirinya telah menghubungi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak pagi untuk melakukan penertiban. Menurutnya, terdapat tiga tenda kafe yang berdiri di lokasi tersebut dan akan digantikan dengan tenda milik Satpol PP.

“Ya tadi pagi saya sudah telepon sama Satpol PP supaya malam ini ditertibkan. Itu ada tenda-tenda, tak hitung ada tiga, ada tiga tenda cafe, malam ini saya tertibkan. Jadi tak ganti tenda Satpol PP malam ini,” ujar Hasto, Rabu (24/12).

Penertiban dilakukan karena aktivitas jualan tersebut dinilai tidak diperbolehkan dan berpotensi menimbulkan persoalan baru, terlebih kawasan Jembatan Kewek saat ini tengah mengalami penutupan parsial.

Menanggapi klaim bahwa keberadaan pedagang mendapat izin dari warga sekitar, Hasto menegaskan hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar pembenaran. Ia mengaku telah bertemu langsung dengan warga maupun pedagang kopi yang bersangkutan.

Hasto menekankan bahwa sebelumnya tidak pernah ada aktivitas jualan kopi di lokasi tersebut. Oleh karena itu, keberadaan street coffee dinilai berisiko mengganggu rencana perbaikan jembatan.

“Kan sebelumnya enggak ada, wong itu baru sehari. Sebelumnya di situ bukan kopi tapi kan jalan. Ya enggak bisa wong itu buat naro material-material. Nanti timbul masalah baru,” tegasnya.

Diketahui, kawasan Jembatan Kewek telah ditutup secara parsial sejak 10 Desember lalu dan akan mulai dilakukan pekerjaan perbaikan dengan penempatan material bangunan di area tersebut.

Hasto memastikan, jika aktivitas serupa kembali muncul, Satpol PP akan tetap melakukan pembubaran. Ia berharap mulai malam hingga keesokan harinya tidak ada lagi pedagang kopi yang berjualan di lokasi tersebut.

Saat ditanya mengenai pedagang yang merupakan warga lokal dan kekhawatiran mematikan mata pencaharian, Hasto menegaskan bahwa pedagang tersebut pada dasarnya tidak berjualan di kawasan Jembatan Kewek.

“Lah wong dia biasanya enggak di situ kok. Dilarang aja, kalau nggak dipindah ya nggak usah digebuki,” pungkasnya.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana