
Rangkaian Hajad Dalem Kuthomoro yang rampung pada Selasa (3/2) menjadi penanda dimulainya tradisi ziarah jelang Ramadan di kompleks Makam Raja-Raja Imogiri.
Usai prosesi tersebut, masyarakat mulai melaksanakan nyadranan atau ziarah Ruwah, tradisi ziarah makam yang dilakukan pada bulan Ruwah sebagai persiapan menyambut Ramadan.
Seiring berakhirnya Kuthomoro, arus peziarah ke kawasan Pajimatan Imogiri mulai menunjukkan peningkatan.
Pemandu wisata Pajimatan Imogiri, Eri Sukmono Aji, mengatakan periode satu hingga dua pekan sebelum Ramadan umumnya menjadi waktu paling ramai bagi peziarah.
“Biasanya setelah Kuthomoro selesai, pengunjung mulai berdatangan, terutama menjelang Ramadan. Puncaknya sering terjadi sekitar sepekan sebelum puasa,” kata Eri saat ditemui Pandangan Jogja, Rabu (4/2).
Menurut Eri, daya tarik utama ziarah di Imogiri masih berpusat pada sosok Sultan Agung. Ia menyebut Sultan Agung dikenal luas, tidak hanya oleh masyarakat dalam negeri, tetapi juga oleh pengunjung mancanegara.
“Kita semua tahu Sultan Agung itu raja Mataram yang membawa Mataram ke puncak kejayaannya. Itu yang membuat beliau dikenal sampai luar negeri,” ujarnya.

Hal tersebut tercermin dari kedatangan peziarah dan tamu asing ke kompleks makam. Eri menyebut, pada hari yang sama ia dijadwalkan mendampingi tamu asal Prancis yang berkunjung ke Makam Imogiri pada malam hari.
“Ini tadi saja sudah ada tamu dari Tuban pagi-pagi ingin masuk, padahal makam masih tutup. Nanti malam juga ada tamu dari Prancis, sekitar jam tujuh perkiraannya sampai,” katanya.
Terkait aktivitas pemanduan selama masa ziarah Ruwah, Eri menjelaskan jumlah pemandu wisata yang bertugas di kawasan Makam Imogiri sekitar sepuluh orang dengan pembagian pos yang berbeda-beda.
“Pemandunya ada sekitar sepuluhan. Pos saya di parkir timur, dekat tangga. Pos pemandu yang lain di depan parkir bus,” ujar Eri.
Ia menambahkan, kesempatan mendampingi pengunjung tidak selalu merata bagi setiap pemandu. Rombongan besar umumnya langsung didampingi pemandu yang berjaga di area parkir bus, sementara pemandu di pos lain menunggu pengunjung yang datang secara mandiri.
“Ya nggak tentu, Pak. Kadang bisa berkali-kali sampai capek, kadang juga nggak dapat,” katanya.
Pasca-rampungnya Kuthomoro, aktivitas ziarah di Makam Raja-Raja Imogiri terus berlangsung seiring berjalannya tradisi ziarah Ruwah yang dilakukan masyarakat menjelang bulan Ramadhan.
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: Widi RH Pradana
