Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Turun, Pemda DIY Kesulitan Lakukan Operasi Pasar

Ilustrasi pedagang cabai di pasar. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut pergerakan harga sejumlah komoditas pangan masih dipengaruhi oleh faktor iklim dan pola konsumsi masyarakat. Meski demikian, beberapa komoditas tercatat berada dalam kondisi relatif stabil.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, mengatakan komoditas yang paling sering mengalami gejolak harga berasal dari kelompok bumbu dapur, khususnya cabai dan bawang merah.

“Yang memang bergejolak itu bumbon. Cabai, bawang, bawang merah terutama. Bawang sekarang relatif stabil ya. Terutama cabai sama bawang merah itu relatif fluktuasinya tinggi. Itu sangat dipengaruhi oleh iklim yang ada,” kata Tri saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (12/12).

Tri mengakui Pemda DIY mengalami kesulitan untuk melakukan operasi pasar pada komoditas cabai dan bawang sebagai upaya menekan lonjakan harga. Fluktuasi harga yang berlangsung cepat dinilai berisiko menimbulkan persoalan pengelolaan anggaran.

“Kenapa tidak bisa operasi cabai? Sulit. Kami beli di harga tinggi nanti 5 hari lagi murah. Nanti kami dikira bikin pemborosan uang negara,” ujarnya.

Menurut Tri, operasi pasar hanya memungkinkan dilakukan pada komoditas dengan harga yang relatif stabil. Komoditas tersebut di antaranya beras dan minyak goreng.

“Jadi yang paling bisa itu beras. Beras, minyak, goreng. Cabai susah. Bawang itu susah juga,” katanya.

Reporter: Resti Damayanti

Editor: Widi RH Pradana