Bupati Bantul Klaim Tak Ada Keluhan Warga Sekitar Proyek Nasional Sampah-Listrik DIY

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Foto: Pandangan Jogja/Resti D

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengklaim hingga kini tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar terkait rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang didanai oleh Danantara.

Lokasi proyek ini direncanakan berada di kawasan eks KPBU Piyungan Bantul, dekat TPST Piyungan dan akan mengelola sedikitnya 1.000 ton per harinya. Artinya, akan ada truk pembawa sampah keluar-masuk area tersebut.

“Sejauh ini tidak ada reaksi dari masyarakat sekitar. Toh ini kepentingan bersama kan,” kata Halim ditemui Pandangan Jogja di Kompleks Kantor Gubernur DIY usai agenda pertemuan dengan DPR RI, Jumat (20/2).

Menurut Halim, pemerintah daerah saat ini berada pada posisi menunggu realisasi pembangunan setelah seluruh kepala daerah di DIY menandatangani komitmen bersama. Ia menegaskan, porsi pemerintah daerah dalam proyek yang sejak awal direncanakan dibangun Maret mendatang tersebut hanya sebatas penyediaan sampah sebagai bahan baku.

“Kita dalam posisi menunggu itu semua. Apa namanya, komitmen penandatanganan sudah dilakukan semuanya bersama gubernur,” kata Halim.

“Porsi kita ini kan hanya menyediakan sampah. Yang penting itu terbangun dulu dan itu kan juga perlu proses yang cukup panjang. Ya gitu aja posisi kita di situ,” tambahnya.

Apakah Masyarakat Sekitar Dapat Kompensasi?

Tumpukan sampah di TPA Regional, Piyungan, DIY. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

Adapun mengenai kemungkinan kompensasi bagi warga sekitar, Halim menyebut hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui pihak pelaksana proyek.

Ia juga mengakui hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut terkait kompensasi bagi masyarakat sekitar. 

“Ya nanti Danantara yang akan mengatur itu karena ini proyek pusat, jadi proyek pemerintah pusat ya. Pemerintah daerah ini mensupport saja,” ucapnya.

“Oh belum, kita fokusnya menunggu pembangunan itu dimulai,” kata Halim.

Sekilas Proyek PSEL: Diklaim Tak Akan Bau, Berpotensi Serap Tenaga Kerja

Diberitakan sebelumnya, Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, menyebut saat tahap operasional nanti, fasilitas PSEL berpotensi menyerap lebih dari 100 tenaga kerja. Rekrutmen diharapkan memprioritaskan warga sekitar lokasi.

Selain itu, peluang kerja itu terbuka sejak awal pembangunan hingga operasional yang diprediksi dilakukan pada Maret hingga 2 tahun mendatang.

“Waktu pembangunan itu bisa melibatkan 200-300 tenaga kerja waktu pembangunan nanti itu yang diharapkan masyarakat Jogja bisa dilibatkan, pembangunan selama 2 tahun,” kata Kusno kepada awak media dalam agenda Forum Wartawan di DPRD DIY, Jumat (13/2).

“Setelah operasional mungkin juga melibatkan tenaga kerja dari masyarakat bisa lebih dari 100 yang terlibat, direkrut,” ujarnya.

Selain aspek ketenagakerjaan, pemerintah juga menekankan bahwa fasilitas PSEL dirancang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan gangguan bau seperti tempat pembuangan sampah terbuka. Sampah yang masuk akan langsung dikelola dalam sistem tertutup.

“PSEL ini yang ditawarkan itu nanti bersih tidak seperti pabrik-pabrik, tidak bau karena sudah segera masuk bunker,” jelasnya.

Reporter: Resti Damayanti

Editor: Widi RH Pradana