Buntut Insiden APAR di Stadion Maguwoharjo, Ultras PSS Bayar Ganti Rugi Rp35 Juta dan Nyatakan Bubar

Suporter PSS Sleman menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) saat laga PSS kontra PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1). Foto: Pandangan Jogja

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman menyusul insiden APAR pada laga kontra PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1). 

PSS dihukum empat pertandingan kandang tanpa penonton serta denda sebesar Rp15 juta akibat spanduk umpatan dan aksi penyemprotan APAR oleh suporter yang sempat menghentikan laga.

Merespons keputusan tersebut, kelompok suporter Ultras PSS menyatakan bertanggung jawab penuh. 

Executive Representative PSS, Vita Subiyakti, mengungkapkan bahwa perwakilan Ultras PSS telah mendampingi manajemen untuk bersilaturahmi dengan para korban insiden sekaligus melunasi denda yang dijatuhkan.

“Sebagai wujud tanggung jawab, Ultras PSS menegaskan komitmennya telah menanggung sanksi denda Komdis secara penuh. Kami juga telah bersilaturahmi dengan seluruh korban insiden tersebut,” jelas Vita dalam keterangan resminya, Rabu (4/2).

Ilustrasi suporter PSS Sleman di tribun Stadion Maguwoharjo, Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Nilai yang disetorkan Ultras PSS kepada PT Putra Sleman Sembada (PSS) mencapai Rp35 juta. Nominal tersebut melampaui denda resmi dari Komdis sebagai bentuk kompensasi atas kerugian material maupun imaterial yang dialami klub akibat insiden tersebut.

Sebagai puncak dari pertanggung jawaban moral mereka, Ultras PSS secara mengejutkan mengumumkan pembubaran diri melalui akun X resmi mereka pada Rabu (4/2) sore. Kelompok yang menjadi salah satu elemen pendiri Brigata Curva Sud (BCS) ini mengunggah pernyataan singkat sebelum akhirnya akun tersebut dinonaktifkan.

“Mohon maaf. Kami bertanggung jawab dan kami bubar,” tulis akun @UltrasPSS_1976 dalam cuitan terakhirnya.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana