Anggaran Promosi Wisata DIY 2026 Naik Jadi Rp1,3 Miliar, Tahun Ini Rp500 Juta

Ilustrasi Tugu Yogyakarta. Foto: Pexels

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) menyiapkan anggaran promosi pariwisata sebesar Rp1,3 miliar pada tahun anggaran 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penguatan pemasaran destinasi wisata di DIY, termasuk promosi atraksi pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan bahwa kebijakan penganggaran promosi mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan kepariwisataan daerah. Pelaksanaan promosi, kata dia, tetap berpedoman pada prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal.

“Pada intinya sesuai dengan arahan Riparda 2005-2025 dan Raperda Riparda 2026-2045, maka anggaran akan digunakan untuk melaksanakan upaya menjual daya tarik wisata prioritas/unggulan yang telah siap dengan produk berkualitas meliputi amenitas, aksesibilitas, dan atraksinya,” kata Imam saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (15/12).

“Upaya pemasaran dilakukan secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien dengan tentunya tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar DIY, Ellya Shari, mengatakan anggaran promosi tersebut akan digunakan untuk dua sub-kegiatan utama, yakni penguatan promosi melalui berbagai media serta fasilitasi kegiatan pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri.

“Peruntukan anggaran tersebut untuk 2 sub kegiatan, yakni penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya serta sub-kegiatan fasilitasi kegiatan pemasaran baik dalam dan luar negeri,” kata Ellya saat dikonfirmasi.

Ia menyebutkan, bentuk promosi yang direncanakan antara lain keikutsertaan dalam pameran wisata, kegiatan table top, serta famtrip di sejumlah daerah dan luar negeri. “Bentuk promosinya, nanti ada beberapa kegiatan promosi pariwisata baik dalam negeri dan luar negeri yakni, Bromo Travel Fair, Table Top di Kalimantan Timur, juga Table Top di Jakarta dan Bandung, serta Kegiatan Famtrip,” tambahnya.

Anggaran promosi pariwisata DIY pada 2026 tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran pemasaran pariwisata hanya memiliki satu sub-kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp500 juta.

Dengan peningkatan anggaran tersebut, Dispar DIY menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan pada 2026. Target kinerja bidang pemasaran pariwisata meliputi jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, serta peningkatan rata-rata belanja wisatawan.

“Dengan mengoptimalkan dana yang tersedia target kinerja bidang pemasaran tahun 2026 adalah mampu mendatangkan 7.700.000 wisnus dan 95.000 wisman,” kata Ellya.

“Serta rata-rata pengeluaran wisman sebesar 650 USD dan Rp2,7 juta belanja wisnus. Tentu saja bukan target yang mudah, tetapi dengan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder pariwisata DIY kami harapkan target ini dapat tercapai,” sambungnya.Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) menyiapkan anggaran promosi pariwisata sebesar Rp1,3 miliar pada tahun anggaran 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penguatan pemasaran destinasi wisata di DIY, termasuk promosi atraksi pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan bahwa kebijakan penganggaran promosi mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan kepariwisataan daerah. Pelaksanaan promosi, kata dia, tetap berpedoman pada prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal.

“Pada intinya sesuai dengan arahan Riparda 2005-2025 dan Raperda Riparda 2026-2045, maka anggaran akan digunakan untuk melaksanakan upaya menjual daya tarik wisata prioritas/unggulan yang telah siap dengan produk berkualitas meliputi amenitas, aksesibilitas, dan atraksinya,” kata Imam saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (15/12).

“Upaya pemasaran dilakukan secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien dengan tentunya tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar DIY, Ellya Shari, mengatakan anggaran promosi tersebut akan digunakan untuk dua sub-kegiatan utama, yakni penguatan promosi melalui berbagai media serta fasilitasi kegiatan pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri.

“Peruntukan anggaran tersebut untuk 2 sub kegiatan, yakni penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya serta sub-kegiatan fasilitasi kegiatan pemasaran baik dalam dan luar negeri,” kata Ellya saat dikonfirmasi.

Ia menyebutkan, bentuk promosi yang direncanakan antara lain keikutsertaan dalam pameran wisata, kegiatan table top, serta famtrip di sejumlah daerah dan luar negeri. “Bentuk promosinya, nanti ada beberapa kegiatan promosi pariwisata baik dalam negeri dan luar negeri yakni, Bromo Travel Fair, Table Top di Kalimantan Timur, juga Table Top di Jakarta dan Bandung, serta Kegiatan Famtrip,” tambahnya.

Anggaran promosi pariwisata DIY pada 2026 tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran pemasaran pariwisata hanya memiliki satu sub-kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp500 juta.

Dengan peningkatan anggaran tersebut, Dispar DIY menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan pada 2026. Target kinerja bidang pemasaran pariwisata meliputi jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, serta peningkatan rata-rata belanja wisatawan.

“Dengan mengoptimalkan dana yang tersedia target kinerja bidang pemasaran tahun 2026 adalah mampu mendatangkan 7.700.000 wisnus dan 95.000 wisman,” kata Ellya.

“Serta rata-rata pengeluaran wisman sebesar 650 USD dan Rp2,7 juta belanja wisnus. Tentu saja bukan target yang mudah, tetapi dengan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder pariwisata DIY kami harapkan target ini dapat tercapai,” sambungnya.

Reporter: Resti Damayanti

Editor: Widi RH Pradana