DPC PDI Perjuangan Kota Yogya Gelar Lomba Memasak, Olah Umbi-umbian jadi Alternatif Pendamping Nasi

DPC PDI Perjuangan Kota Yogya menggelar lomba memasak mengolah umbi-umbian sebagai makanan pendamping nasi. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah ibu rumah tangga dari wilayah Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, mengolah umbi-umbian menjadi hidangan dalam lomba memasak yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Sabtu (9/5).

Bahan yang digunakan antara lain singkong, ubi, kentang, dan umbi-umbian lainnya. Salah satu menu yang dibuat adalah tiwul dengan olahan modern.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Darini, menyebut bahwa Indonesia, khususnya wilayah Yogyakarta, memiliki keragaman sumber karbohidrat selain nasi yang sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. 

Melalui kegiatan ini, harapannya dapat muncul kreativitas baru dalam mengolah bahan pangan lokal agar memiliki nilai rasa yang tinggi dan menarik bagi seluruh anggota keluarga.

“Kalau belum kena nasi, rasanya belum makan. Pola pikir inilah yang ingin kita geser secara perlahan,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (9/5).

DPC PDI Perjuangan Kota Yogya menggelar lomba memasak mengolah umbi-umbian sebagai makanan pendamping nasi. Foto: Dok. Istimewa

Oleh karena itu, ia mendorong adanya gerakan yang masif untuk membiasakan konsumsi pangan pendamping beras guna memutus ketergantungan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogya sekaligus Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menambahkan bahwa lahan pertanian di Kota Yogyakarta sangat terbatas. 

Hal ini membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk mendorong pertanian perkotaan guna mewujudkan kedaulatan pangan.

“Pemkot dapat ajak partisipasi para ahli dan praktisi pertanian perkotaan untuk merumuskan kebijakan ini. Juga dapat memfasilitasi masyarakat untuk menanam dengan teknologi yang canggih dan atau teknologi tepat guna. Tentu harus didukung anggaran yang memadai”, kata Eko pada kesempatan tersebut.