494 Calon Jemaah Haji di Kota Yogya Berangkat Tahun Ini, Didominasi Lulusan Perguruan Tinggi

Calon jemaah haji dari Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Pemkot Yogya

Sebanyak 494 calon jemaah haji asal Kota Yogyakarta tahun 2026 akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, mayoritas jemaah didominasi oleh kalangan berpendidikan tinggi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Yogyakarta Irfan Zainudin menyebut, 328 jemaah merupakan lulusan perguruan tinggi, terdiri dari 277 lulusan sarjana hingga doktoral serta 51 lulusan diploma.

“Untuk Sarjana S1, S2, S3 ada 277 jamaah. Paling enggak separuh lebih InsyaAllah intelektual semua,” ujarnya dalam acara pamitan jamaah haji di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (15/4).

Selain itu, sebanyak 105 jemaah tercatat berpendidikan SMA. Secara keseluruhan, 494 jemaah tersebut terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni dua jemaah di kloter 1 bersama Kabupaten Kulon Progo, 353 jemaah di kloter 6 yang seluruhnya berasal dari Kota Yogyakarta, tiga jemaah di kloter 7 bersama Kabupaten Bantul, serta 136 jemaah di kloter 26.

“Jadi totalnya 494 jamaah terbagi dalam empat kloter,” jelas Irfan.

Calon jemaah haji dari Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Pemkot Yogya

Dari sisi usia, jemaah didominasi kelompok 41 hingga 60 tahun sebanyak 264 orang. Sementara itu, jemaah berusia di atas 60 tahun mencapai 189 orang dan usia 20 hingga 40 tahun sebanyak 41 orang.

Jemaah tertua berusia 85 tahun atas nama Sarminiah Sakyimin Mulyono dari Kemantren Pakualaman, sedangkan jemaah termuda berusia 16 tahun, yakni Ardika Muhammad Zulfaqar dari Kemantren Mantrijeron.

Perwakilan jemaah, Muhammad Syafi’i, menyampaikan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental serta memohon doa dari masyarakat.

“Kami menyadari bahwa ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik dan kesabaran yang luar biasa. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya.

“Kami akan menjaga akhlakul karimah dan membawa jati diri yang santun serta menjaga nama baik Kota Yogyakarta di mata jamaah lain maupun internasional,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilai latar belakang pendidikan jemaah menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan selama menjalankan ibadah.

“Sebagian besar para cendekiawan sudah pendidikan yang tinggi. Ini menjadikan suatu kekuatan untuk selalu kompak dalam setiap kloter,” ujarnya.

“Panjenengan semua membawa nama baik Yogyakarta, Jogja yang santun, Jogja yang berbudaya,” kata Wawan.

Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana