Kepala Dusun di Gunungkidul Meninggal usai Selamatkan 2 Mahasiswi KKN yang Tenggelam di Sungai

Dok. Polsek Semanu

Kepala Dusun atau Dukuh Sempon Wetan, Semanu, Gunungkidul berinisial WR (25) meninggal dunia setelah berupaya menyelamatkan dua mahasiswa KKN dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terseret arus di Sungai Ngreneng, Semanu. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (18/2) kemarin. 

Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono, mengatakan peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat korban bersama mahasiswa KKN melakukan survei dan pengambilan foto di lokasi. Setelahnya, para mahasiswa berenang di sungai tersebut.

“Setelah melaksanakan survei dan mengambil foto, memberi kabar kepada anggota KKN lainnya. Setelah semua berkumpul kemudian berenang di Sungai Ngreneng,” kata Pudijanto dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (19/2).

Sekitar pukul 12.20 WIB, dua mahasiswa KKN tiba-tiba terseret arus dan tenggelam. Melihat kondisi tersebut, korban langsung berupaya memberikan pertolongan.

“Pak Dukuh kemudian menolong kedua KKN tersebut. Setelah Pak Dukuh berhasil menyelamatkan mereka, namun naas Pak Dukuh tidak selamat dan tenggelam di dasar sungai,” ujarnya.

Upaya penyelamatan kemudian dilakukan oleh mahasiswa dan warga sekitar. Sejumlah mahasiswa bergegas naik ke atas untuk meminta bantuan warga dan melapor ke Polsek Semanu.

Sekitar 20 menit kemudian, dua mahasiswa KKN bersama warga turun kembali ke Sungai Ngreneng dan membuka gejlek (penutup bendungan) untuk mempermudah pencarian. 

Korban ditemukan di sisi timur gejlek dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans. Sementara itu, personel Polsek Semanu mengevakuasi mahasiswa KKN yang sempat pingsan ke RS Pelita Husada.

Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Sementara itu Kepala Bidang Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, baru memberikan tanggapan awal.

“Insyaallah akan kami info kembali,” kata Ariadi dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (19/2).