
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari terasa hingga wilayah Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat per 10.30 WIB, wilayah terdampak gempa dilaporkan ada di Bantul dan Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, mengatakan sebanyak 40 orang dilaporkan mengalami luka dan dirujuk ke 12 rumah sakit hingga puskesmas.
“Korban terdampak 40 orang. Korban luka dirujuk ke RSIY PDHI, RS Rajawali Citra, RS Nur Hidayah, RSA UGM, RS UII, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatma, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, RSU Prambanan, dan Puskesmas Sanden,” kata Ruruh dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2).
Dampak terparah berupa kerugian material terjadi di Bantul. Dampak meliputi kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, fasilitas pendidikan, hingga fasilitas kesehatan yang tersebar di sejumlah kapanewon.
“Rumah rusak ada 8 titik, tempat ibadah ada 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik, dan fasilitas kesehatan 1 titik,” ujarnya.
Lalu di Kota Yogyakarta tercatat atap balai kampung mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kabupaten lainnya yakni Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul, tercatat belum ada laporan yang masuk ke BPBD setempat terkait dampak gempa.
Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan. Proses assessment dilakukan seiring dengan upaya penanganan medis dan pemantauan gempa susulan.
BMKG: Jenis Gempa Bumi Dangkal
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melalui Humas Stasiun Geofisika Sleman, Ayu K Ekaristi, mengatakan gempa tersebut tergolong jenis gempa bumi dangkal. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Tidak berpotensi tsunami,” kata Ayu dalam keterangannya.
