
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukan bagian dari struktur resmi organisasi, serta tidak mewakili sikap institusional Muhammadiyah maupun IMM.
Hal sama juga diungkapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menegaskan bahwa Angkatan Muda Nahdlatul Ulama juga bukan bagian dari struktur organisasi NU.
Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPP IMM, Akmal Tahir Hasan, menyatakan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukan bagian dari DPP IMM dan tidak pernah mendapat mandat organisasi. “Bukan anak DPP IMM. Tidak ada perintah apa pun untuk membangun aliansi semacam itu. Itu sikap reaksioner saja dari segelintir anak muda Muhammadiyah,” kata Akmal saat ditanyai Pandangan Jogja, Jumat (9/1).
Akmal mengakui, berdasarkan informasi yang beredar di media, sebagian pihak yang tergabung dalam aliansi tersebut memang merupakan kader Muhammadiyah. Namun, ia menilai gerakan semacam itu bersifat sementara.
“Bahwa itu memang kader Muhammadiyah itu benar yang saya lihat di media. Cuma biasanya gerakan seperti itu temporal dan cepat selesainya. Di Jakarta biasa itu,” ujarnya.
Penegasan serupa disampaikan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan. Ia menyayangkan pencatutan nama Muhammadiyah dalam pelaporan tersebut karena tidak melalui mekanisme resmi organisasi.
“Penggunaan nama organisasi itu tidak bisa sembarangan. Muhammadiyah itu organisasi resmi, tersistem, dan punya aturan. Setiap pernyataan publik harus melalui pimpinan atau keputusan resmi organisasi,” kata Bachtiar.
Ia juga menyatakan tidak dapat memastikan status kelompok aliansi tersebut dan menghimbau jika ada pelaporan hukum, seharusnya dilakukan atas nama pribadi, bukan membawa nama Muhammadiyah.
“Saya tidak kenal dan belum pernah bertemu, jadi tidak bisa memverifikasi apakah mereka kader Muhammadiyah atau bukan. Kalau pun kader, seharusnya lebih mempelajari kembali aturan organisasi dan bertindak dalam koridor yang benar,” ujarnya.
Muhammadiyah sendiri memiliki tujuh organisasi otonom resmi, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, dan Aisyiyah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, juga menegaskan bahwa aliansi yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama yang dikabarkan melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukan bagian dari PBNU.
Ia juga menyebut tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU. “Kalau representasi PBNU jelas tidak,” tegas Gus Ulil dikutip dari NU Online, Kamis (8/1).
Menurutnya, sejak dulu banyak kelompok atau individu yang melakukan berbagai aktivitas dengan mengatasnamakan NU. Hal tersebut, kata Gus Ulil, tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.
“Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” jelasnya.
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: Widi RH Pradana
