Dispar DIY Sebut Wellness Tourism Mulai Jadi Tren Wisata di Jogja dalam 3 Tahun Terakhir

Wellness tourism mulai menjadi tren wisata di Jogja dalam 3 hingga 4 tahun terakhir. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar DIY, Ellya Shari.

Ia menjelaskan, wellness tourism mencakup aktivitas yang menyentuh aspek mental, spiritual, serta keseimbangan hidup. Menurutnya, berbagai aktivitas berbasis budaya dan kearifan lokal di Yogyakarta masuk dalam kategori tersebut.

“Wellness itu kan tidak melulu masalah pengobatan, tapi juga ke jiwa. Termasuk belajar menari. Nah, belajar menari itu termasuk juga healing jiwa. Membatik, itu kan melatih kita untuk sabar,” kata Ellya dihubungi awak media, Rabu (7/1).

Ia menyebut, model pariwisata berbasis wellness juga mendapat dukungan dari GKR Bendara serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar), termasuk melalui pengaitan event pariwisata dengan sektor gastronomi.

“Wellness tourism ini GKR Bendara juga sangat concern ke sana. Kemenpar pun kemarin mulai mengarahkan ada baiknya event juga dikaitkan dengan gastronomi (bagian dari wellness tourism),” ujarnya.

Ellya menjelaskan, pengembangan wellness tourism di DIY tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan potensi alam, kriya, serta kuliner tradisional. Integrasi tersebut dinilai dapat menjadi kontributor signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

Ia menyebut, minat terhadap wisata berbasis wellness mulai terlihat meningkat dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Sebelumnya, aktivitas seperti yoga sudah ada dalam paket wisata, namun belum dikategorikan secara khusus sebagai wellness tourism.

“Mungkin sudah 3–4 tahun ini lah ya sebenarnya. Kalau dulu kan awal-awal mungkin kita mengenalnya belum kita sebutkan secara spesifik wellness,” ungkapnya.

Perubahan gaya hidup masyarakat, terutama kalangan pekerja, juga disebut menjadi faktor pendorong meningkatnya minat terhadap wisata wellness.

“Sekarang kayak yoga itu kan sudah menjadi lifestyle. Bisa dibilang itu sudah menjadi lifestyle orang-orang pekerja,” lanjutnya.

Dispar DIY menargetkan penguatan segmen ini untuk mendorong peningkatan belanja wisatawan tanpa harus meningkatkan jumlah kunjungan secara masif.

“Ini masuk sudah menyentuh quality tourism. Kita saat ini sedang berusaha pelan-pelan untuk mengubah Jogja ini ke quality tourism,” kata Ellya.

Reporter: Resti Damayanti
Editor: Widi RH Pradana