
Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata DIY, Rahmat Riyanto, menjelaskan peristiwa dalam video viral yang memperlihatkan andong dengan kuda gandeng lepas kendali hingga terjatuh dan menabrak trotoar di kawasan utara Hotel Inna Garuda, Kamis (1/1) siang.
Rahmat mengatakan andong tersebut dikemudikan oleh Ponijo, anggota koperasi. Insiden terjadi saat andong baru berangkat dan belum membawa penumpang. Ia memastikan peristiwa itu tidak disebabkan oleh kelelahan kuda.
“Baru berangkat itu, bukan karena kecapekan,” ujar Rahmat saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (2/1).
Ia menegaskan tidak ada kerusakan serius dalam kejadian tersebut. Kusir disebut telah turun dari andong sebelum terjatuh, sementara kondisi kuda dan andong dinyatakan aman.
“Alhamdulillah terkondisi, kusir tidak apa-apa, andongnya juga tidak rusak,” katanya.
Menurut Rahmat, insiden dipicu penggunaan kuda gandeng yang memiliki tenaga besar atau double power, sementara salah satu kuda masih dalam tahap belajar sehingga belum sepenuhnya kompak. Situasi lalu lintas yang padat membuat kuda harus sering berhenti dan berjalan kembali, hingga akhirnya kehilangan keseimbangan saat berbelok.
“Kuda gandeng itu tenaganya besar. Kalau lagi semangat, pengennya langsung jalan terus,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, koperasi sebenarnya telah mengimbau para kusir agar tidak mengoperasikan andong kuda gandeng saat kondisi lalu lintas ramai atau musim liburan. Risiko penggunaan kuda gandeng dinilai lebih tinggi dibandingkan andong dengan satu kuda.
Ia juga menyebut insiden serupa pernah terjadi pada 2024 lalu, saat andong kuda gandeng menabrak kendaraan di kawasan Jalan Parangtritis. Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi internal koperasi terkait pembatasan penggunaan kuda gandeng di ruang publik yang padat.
“Kalau situasi ramai, sebaiknya tidak pakai gandeng. Memang lebih diminati wisatawan karena sensasinya, tapi risikonya juga lebih besar,” ujarnya.
Reporter: Gigih Imanadi Darma
Editor: Widi RH Pradana
