
Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan pengembangan kawasan Jogja Selatan tetap menjadi prioritas pembangunan tahun depan. Fokus ini kembali ditegaskan dalam agenda penyusunan program pembangunan daerah 2027 yang digelar di Kompleks Gubernur DIY, Kamis (11/12).
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Gubernur DIY, menyebut masih ada sejumlah indikator pembangunan yang memerlukan percepatan, terutama di wilayah selatan.
“Hal ini menegaskan bahwa pemerataan pembangunan serta penguatan kawasan selatan harus jadi fokus percepatan pada RKPD 2027 mengingat 2027 merupakan titik akhir dari RPJMD DIY 2022-2027,” ujar Paku Alam X, Kamis (11/12).
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa program pengembangan Jogja Selatan telah berjalan lebih dari satu dekade. Upaya tersebut terbentang dalam tiga periode perencanaan pembangunan daerah.
“Tiga periode RPJMD itu kan sudah bicaranya prioritas ke selatan. Maksudnya kan kita sudah punya apa, mau sampai kapan, untuk menyelesaikan itu. Ini kan lagi saya challenge juga ke teman-teman untuk bisa mengukur keberhasilan itu,” kata Made.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah perkembangan sudah terlihat, terutama pada infrastruktur dan aksesibilitas menuju kawasan pesisir. Namun, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat setempat masih menjadi pekerjaan lanjutan.
“Kita sudah bisa melihat dari sisi fasilitas infrastruktur ya, secara aksesibilitas, tinggal pemberdayaan masyarakat ini di-push lagi,” ujarnya.
Made juga menegaskan bahwa pembangunan Jogja Selatan adalah proyek jangka panjang yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Karena itu, Pemda DIY menilai penting untuk memastikan capaian dilakukan secara bertahap.
“Walaupun kita bilang 5 atau 10 tahun itu tidak bisa tuntas. Tapi ini akan kita bicara kita di titik mana, misalnya 1/3 perjalanan, atau 2/3 perjalanan, atau kita sudah selesai dengan selatan,” tambahnya.
Salah satu wilayah yang terus dikembangkan adalah kawasan Pelabuhan Sadeng di Gunungkidul. Pemerintah melihat potensi industri perikanan dan pengolahan hasil laut sebagai penggerak ekonomi biru di wilayah tersebut.
“Kita sudah diusulkan untuk pengembangan kawasan Sadeng juga, pelabuhan Sadeng. Mungkin ada nantinya potensi untuk pengembangan kawasan industri, pengolahan ikannya di situ,” kata Made.
Penguatan akses wilayah, ekonomi pesisir, dan fasilitas publik diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan antara wilayah utara dan selatan DIY pada tahun-tahun mendatang.
Reporter: Resti Damayanti
Artikel: Pandangan Jogja
