Rekayasa Lalin Jembatan Kewek Berlaku Hari Ini, Kepadatan Dialihkan ke Simpang Gramedia

Rekayasa lalu lintas di Jembatan Kewek, Jogja. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan hari ini menyusul penutupan parsial Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta. Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menjelaskan bahwa perubahan pola pergerakan dilakukan karena kemampuan struktur jembatan mengalami penurunan.

“Kendaraan dari Jalan Margo Utomo yang kemarin bisa langsung ke Malioboro, saat ini akan kita teruskan sampai ke Jalan Kridosono,” kata Ardi kepada awak media, Rabu (10/12).

Ardi menuturkan bahwa arus kendaraan diperkirakan bergeser ke Simpang Gramedia. Untuk itu, polisi menyiapkan pengaturan tambahan di titik tersebut. “Di Simpang Gramedia nanti, kalau dari Jalan Cik Di Tiro akan diperbolehkan belok kiri menuju timur apabila jalur ke Kridosono mengalami kepadatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kendaraan besar dilarang melintasi Jembatan Kewek. “Ketinggian dari jembatan kereta api ini mengalami penurunan, sehingga kendaraan-kendaraan besar, bus, tidak bisa menggunakan ruas ini,” katanya. 

Kendaraan-kendaraan besar nantinya dialihkan semua melalui Flyover Lempuyangan.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, kepolisian menyiapkan pengaturan dari Ring 2 hingga kawasan dalam kota. “Akan terjadi percepatan pertumbuhan arus lalu lintas, sehingga kami akan berkonsentrasi mulai dari Simpang 5 Prambanan sampai Maguwoharjo,” ujarnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut penutupan parsial telah mendapat persetujuan Gubernur DIY. “Ini sudah kita presentasikan di depan Ngarsa Dalem dan diarahkan untuk ditutup secara parsial,” katanya. Ia menjelaskan kondisi jembatan membutuhkan penanganan segera. “Tanggulnya sudah ringkih, bahkan yang putus itu sebelah sana,” ujarnya.

Selama penutupan parsial, hanya kendaraan kecil yang diperbolehkan melintas. “Kita sudah memasang portal-portal di Kridosono supaya kendaraan tinggi besar tidak ke sini,” kata Hasto. Pemkot juga menyiapkan opsi tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat Nataru. “Kridosono bisa dipakai sebagai tempat parkir kalau keadaannya overload,” ujarnya.

Terkait perbaikan permanen Jembatan Kewek, Hasto mengatakan prosesnya sedang menunggu penganggaran. “Anggaran kita usahakan di tahun 2026. Harapan saya bulan April sudah bisa dimulai,” katanya. Setelah perbaikan rampung, rekayasa lalu lintas akan dikembalikan seperti semula.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana