
Sebanyak sekitar 80 orang yang terdiri dari siswa dan guru di dua sekolah menengah pertama di wilayah Jetis, Kabupaten Bantul, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mayoritas korban berasal dari SMP Negeri 3 Jetis, sementara satu kasus lainnya dilaporkan dari SMP Muhammadiyah Jetis. Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, diare, dan pusing.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara. “Data ini masih sementara, data siang kemarin ya. Infonya ada sekitar 80 yang terdampak, 79 dari SMP 3 Jetis dan 1 dari SMP Muhammadiyah Jetis,” ujarnya saat dihubungi awak media, Rabu (15/4).
Ia merinci, dari SMP Negeri 3 Jetis terdapat 77 siswa dan dua guru yang mengalami gejala serupa. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Jetis 2 dan seluruhnya menjalani rawat jalan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, menyebut gejala baru dirasakan sehari setelah makanan dikonsumsi pada Senin (13/4).
“Setelah menyantap menu MBG, siswa tidak langsung keracunan, namun baru merasakan gejala seperti mual, diare, muntah, dan pusing keesokan harinya,” jelasnya.
Adapun menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka. Makanan tersebut disuplai oleh dapur SPPG Patalan yang menyalurkan program MBG ke sekitar 25 sekolah.
Dinas Kesehatan Bantul telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti. Sementara itu, pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional terkait kelanjutan operasional penyedia MBG tersebut.
