341 Polisi Dikerahkan untuk Amankan Derby Mataram, Perusuh-Knalpot Brong akan Ditindak Tegas

Ilustrasi laga PSIM vs Persis Solo. Foto: Dok. Persis Solo

Kepolisian Resor (Polres) Bantul memberikan peringatan keras terhadap siapapun yang berpotensi memicu kericuhan dalam laga Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo. 

Sedikitnya 341 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026 tersebut di Stadion Sultan Agung (SSA), Jumat (6/2/) besok.

​Aparat memastikan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan tindakan yang mengancam jalannya laga maupun ketertiban masyarakat umum. 

Hal ini ditegaskan oleh Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mewakili Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto.

​”Kami tetap mengedepankan sisi humanis dalam pengamanan nanti. Namun, kami akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang bertindak rusuh dan mengancam jalannya pertandingan,” ujar Iptu Rita saat dihubungi awak media, Kamis (5/2/)

Selain fokus pada potensi kericuhan, polisi juga membidik pelanggaran ketertiban umum. Petugas akan melakukan pemeriksaan ketat di akses masuk stadion untuk menyisir barang-barang terlarang seperti ​flare, petasan, kembang api, ​senjata tajam dan minuman beralkohol, serta kendaraan dengan knalpot brong.

​Terkait penggunaan knalpot brong, kepolisian memberikan perhatian khusus karena dinilai memicu kebisingan yang provokatif dan mengganggu ketenangan warga di sepanjang rute menuju stadion.

​Masyarakat diminta untuk mencari jalur alternatif guna menghindari titik konsentrasi massa. Setelah laga usai, para suporter juga dilarang keras melakukan aksi konvoi atau arak-arakan di jalan raya.

​”Kami meminta para pendukung untuk langsung pulang dengan tertib dan tidak melakukan konvoi demi kelancaran arus lalu lintas serta keamanan warga sekitar,” pungkasnya.

Reporter: Gigih Imanadi Darma

Editor: Widi RH Pradana