
Sepanjang 2025, sektor pariwisata Kabupaten Bantul mencatat 1.848.776 kunjungan wisatawan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp26,76 miliar. Capaian tersebut turun sekitar 28 persen dibandingkan tahun 2024 dan baru memenuhi 54,6 persen dari target PAD Rp49 miliar.
Penurunan kunjungan wisata ini juga terlihat pada periode libur akhir tahun. Pada 20–31 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat 116.361 orang dengan PAD sekitar Rp1,68 miliar. Angka tersebut menurun dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 163.152 wisatawan dengan PAD Rp2,28 miliar.
Secara kumulatif, sepanjang Desember 2025, kunjungan wisata di Bantul mencapai 183.788 orang dengan PAD Rp2,66 miliar, lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencatat 256.125 wisatawan dengan PAD Rp3,70 miliar.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya menurunnya daya beli masyarakat, isu cuaca ekstrem, serta perubahan pola wisatawan yang kini cenderung mengadopsi konsep slow living. Selain itu, adanya larangan kunjungan dari beberapa daerah turut membatasi mobilitas wisatawan.
“Yang utama faktor penurunan kunjungan wisatawan ke Bantul karena 4 poin faktor tersebut,” jelas Markus saat ditanyai Pandangan Jogja, Jumat (2/1).
Faktor lain yang berpengaruh adalah munculnya sejumlah destinasi wisata baru di wilayah Gunungkidul, yang menjadi alternatif dan menarik minat wisatawan.
“Juga kemunculan beberapa destinasi baru di wilayah Gunungkidul,” tambahnya.
Sementara itu, pada momentum Tahun Baru 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Bantul tercatat 20.536 orang. Kunjungan didominasi Pantai Parangtritis dengan 16.683 wisatawan, disusul kawasan Pantai Wilayah Barat sebanyak 3.404 orang, Goa Selarong 254 orang, dan Goa Cerme 15 orang.
Data tersebut menunjukkan kunjungan wisata di Bantul masih terpusat pada destinasi tertentu. Dinas Pariwisata Bantul pun berupaya melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi promosi untuk meningkatkan pemerataan kunjungan serta mengejar target PAD pariwisata pada tahun berikutnya.
